Sabtu, 21 Mei 22

Pernyataan Sikap ICMI Terkait Kasus Penistaan Agama

Pernyataan Sikap ICMI Terkait Kasus Penistaan Agama

‎Jakarta, Obsessionnews.com – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda Pusat ikut dalam aksi bela Islam mengawal sidang kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Gedung Kementerian Pertanian, Selasa (31/1/2017).

ICMI menyatakan bagian dari aksi bela Islam bersama ormas yang lain. ICMI juga menyatakan aksi bela Islam tidak bertentangan dengan Pancasila, UUD dan Bhinneka Tunggal Ika, dan bukan sebagai kelompok yang memecah NKRI.

Berikut pernyataan sikap ICMI Muda yang dibacakan dalam aksi kawal sidang Ahok.

Pernyataan Keprihatinan dan Sikap
Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat

Situasi Bangsa saat ini kian carut marut dalam berbagai hal, diantaranya adalah dalam ranah hukum, ekonomi, politik, Sosial dan budaya.

Pertama, dalam konteks hukum, penegakan hukum masih tebang pilih, hukum terkesan masih tajam kebawah dan tumpul keatas.

Kedua, dalam bidang ekonomi, situasi ekonomi bangsa tidak menentu, ekonomi hanya dikuasai segelintir orang, dan harga bahan pokok melambung tinggi.

Ketiga, dibidang politik munculnya kegaduhan vertikal para elite politik negara yang ditarik menjadi konflik horizontal yang justru menciderai etika politik serta tatanan keadaban demokrasi dalam proses penyelenggaraan negara,

Keempat, dalam bidang sosial kemasyarakatan, munculnya konflik Sosial diantara elemen masyarakat yang semakin mencekam sehingga menurunnya nilai-nilai moral dan nilai budaya bangsa.

Dari berbagai persoalan tersebut menjadi titik tolak perlunya evaluasi dan penataan kembali system penyelenggaraan Negara dan kemasyarakatan yang lebih baik, lebih berkeadaban, demokratis, profesional, akuntabel dan religius sebagai upaya mewujudkan cita-cita Negara kesatuan republik Indonesia yang memposisikan rakyat sebagai subyek pembangunan yang memiliki kekuatan untuk ikut serta meluruskan arah pembangunan bahkan sebagai penentu arah dari peradaban bangsa ini.

ICMI Muda sangat prihatin karena bangsa yang besar ini belum memiliki mekanisme filter terhadap apapun pengaruh dari pihak asing sehingga memporak porandakan Kedaulatan bangsa.
Menghadapi berbagai persoalan tersebut ICMI Muda menyatakan‎

Keprihatinan dan menyatakan Sikap sebagai berikut :

1. Pemerintah harus bertanggungjawab atas berbagai kegaduhan yang terjadi di masyarakat untuk segera diselesaikan dengan cara yang berkeadilan dan elegan.

2. Mendesak pimpinan DPR untuk memaksimalkan fungsi pengawasan terkait dugaan yang berkembang luas di masyarakat tentang serbuan ribuan warga negara Cina yang masuk ke tanah air, Logo mirip palu arit yang ada di uang kertas edisi terbaru, masuknya narkoba melalui kontraktor pembangunan Cina, soal e-KTP yang dipalsukan, termasuk isu tumbuh dan berkembangnya paham komunis Cina ke Indonesia.

3. Mendesak Polri untuk segera menghentikan kriminalisasi Ulama, Polri Bukan alat kekuasaan Politik, Polri harus kembali kepada tupoksinya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat tanpa diskriminasi dalam proses penegakkan hukum.

4. Menuntut TNI harus menjaga keamanan dan kedaulatan Negara dari infiltrasi pihak luar dan idiologi asing diluar idiologi pancasila yang mengancam kedaulatan bangsa. karena masalah keamanan bukan hanya masalah senjata, tapi juga ideologi dan manusia.

5. ICMI Muda adalah bagian dari Aksi Bela Islam memandang bahwa Aksi Bela Islam bukan ancaman buat NKRI dan tidak bertentangan dengan Pancasila, UUD dan Bhineka Tunggal Ika. bagi mereka yang menganggap Aksi Bela Islam sebagai ancaman berarti mereka itu tidak paham tentang pancasila dan di duga berfaham komunis atau anti pancasila.

Ditetapkan dalam Rapat Pimpinan Inti Nasional (RAPITIMNAS)
Majelis Pimpinan ICMI Muda Pusat
Cibubur Kota Wisata, 29 Januari 2017

Pernyataan Sikap ini di Tandatangani

Tumpal Panggabean

(Sekretaris Jenderal)

 

(Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.