Rabu, 22 Mei 19

Pernyataan Enam Proyek Infrastruktur Menguntungkan Meikarta Palsu dan Tidak Objektif

Pernyataan Enam Proyek Infrastruktur Menguntungkan Meikarta Palsu dan Tidak Objektif

Oleh: Muchtar Effendi Harahap, Peneliti Senior Network for South East Studies (NSEAS

 

Proyek Meikarta selalu aktual dan menjadi perhatian publik, termasuk elite kekuasaan yang berkepentingan dengan kesuksesan dan kegagalan proyek tersebut. Isu proyek Meikarta bukan saja terkait dengan kebijakan pemerintahan, dunia usaha kawasan permukiman dan perumahan, lingkungan hidup dan masyarakat di sekitar lokasi proyek Meikarta. Dalam hal pertarungan elite kekuasaan negara, isu proyek Meikarta ini dapat berdampak terhadap kepentingan ekonomi politik elite kekuasaan.

Isu nasional proyek Meikarta ini seakan tak ada habisnya untuk diperbincangkan. Setelah menuai beberapa kontroversi, mega proyek hunian yang ada di Cikarang, Kabupaten Bekasi, itu kini tersandung kasus suap operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Meikarta merupakan proyek kota terencana yang dibangun PT Lippo Karawaci Tbk di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Meikarta resmi diluncurkan,17 Agustus 2017. Proyek ini berada di dekat Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Rencana Proyek ini menyasar kalangan menengah ke bawah. Tetapi, Proyek Meikarta ini menuai protes dari beberapa pihak, termasuk DPR RI, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Wakil Gubernur Jawa Barat (saat itu) Deddy Mizwar karena tidak memiliki izin untuk membangun.

Di dunia medsos dan media massa kita acap kali menemukan laporan pemberitaan proyek Meikarta bagaikan mega proyek dan syarat keberuntungan segmen konsumen, terutama perumahan Meikarta. Berbagai iklan, pencitraan positif dan keberuntungan konsumen jika membeli rumah Meikarta. Beberapa info pencitraan tetapi palsu dan tidak rasional dalam realitas objymektif. Medsos dan media massa mengklaim bahwa selain lokasi strategis, Kota Meikarta juga memiliki prospek cerah dan menguntungkan mengingat lokasi Meikarta berada di antara 6 mega proyek infrastruktur Indonesia dibidang transportasi.

1. Pelabuhan Laut Patimban (Patimban Deep Seaport)
Pelabuhan Laut ini merupakan pelabuhan dalam, kapal besar dapat langsung merapat dan tak lagi perlu melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pelabuhan Patimban adalah sebuah pelabuhan sedang dibangun di Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pelabuhan Patimban direncanakan akan dibangun dengan kapasitas 2,74 juta TEU diatas lahan sebesar 300 Ha.

Jarak Kota Meikarta dan Pelabuhan Patimban sangat jauh, sekitar 126 KM. Sedangkan jarak Kota Meikarta dan Pelabuhan Tanjung Priok hanya sekitar 40 Km. Hal berarti jarak Kota Meikarta dan Pelabuhan Patimban tiga kali lipat lebih jauh. Penghuni atau pelaku usaha di Kota Meikarta akan tetap menggunakan Pelabuhan Tanjung Priok karena jauh lebih efisien dan effektif.

Penggunaan proyek pelabuhan laut ini menguntungkan Kota Meikarta hanyalah upaya pencitraan tetapi palsu dan tidak rasional dalam realitas objektif.

2. Bandara Internasional Kertajati
Dipromosikan masyarakat memiliki pilihan untuk Bandara Internasional Kertajati selain Bandara Cengkareng Soekarno Hatta.

Bandara Kertajati, juga dikenal Bandara Majalengka atau West Java International Airport adalah bandara berada di bagian timur laut Jawa Barat. Bandara ini merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia berdasarkan luas setelah Bandara Soekarno-Hatta. Lokasi Bandara Kertajati ini di Kabupaten Majalengka, kira-kira 68 KM di timur Bandung. Bandar udara ini dibangun untuk melayani sebagai bandara internasional kedua di wilayah metropolitan Bandung dan juga melayani Cirebon, bagian dari Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah.

Sesungguhnya jarak Kota Meikarta dan Bandara Kertajati sangat jauh (175 Km) dibandingkan dengan Bandara Cengkareng (sekitar 75 Km).
Pernyataan di medsos dan media massa bahwa penggunaan Bandara Kertajati menguntungkan Kota Meikarta hanyalah upaya pencitraan tetapi palsu dan tidak rasional dalam realitas objektif.

3. Kereta Api Cepat, LRT (Light Rail Transport)
Saat ini sedang dipersiapkan pembangunan jalur koridor 1 jalur Cawang ke Bekasi Timur, dan koridor 2 ke Stasiun Cikarang. Meskipun terbangun LRT, Penghuni Kota Meikarta akan terbatas menggunakan. Diperkirakan hanya dari sekelompok kecil Penghuni dari strara bawah bekerja di DKI Jakarta.

Pernyataan bahwa penggunaan Proyek Kereta Api Cepat Jakarta- Bandung ini menguntungkan Kota Meikarta, hanyalah upaya pencitraan tetapi palsu dan tidak rasional dalam realitas objektif.

4. Automated People Mover (APM) Monorail
Monorail sendiri juga akan dibangun di tengah Meikarta dan menjadi penyambung daerah daerah industri yang ada di kawasan Cikarang dan terhubung dengan infrastruktur transportasi lainnya. Infrastruktur ini akan digunakan sekelompok kecil penghuni dari strata bawah. Sekalipun menguntungkan bagi Kota Meikarta, tetapi Proyek APM Monorail ini relatif kecil karena terbatas bagi Penghuni Masyarajat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pernyataan bahwa penggunaan Proyek APM Monorail ini menguntungkan Kota Meikarta, hanyalah upaya pencitraan tetapi palsu dan tidak rasional dalam realitas objektif.

5. Jalan Tol Layang (Elevated Toll) Jakarta – Cikampek
Proyek in diperkirakan akan selesai dibangun dua hingga tiga tahun mendatang sehingga nantinya dapat digunakan ketika Meikarta siap dihuni.

Sekalipun menguntungkan bagi Kota Meikarta, tetapi proyek tol ini relatif kecil karena terbatas bagi Penghuni Kelas Menengah Atas. Bahkan diperkirakan mereka akan mendalami masalah kemacetan setiap hari seperti sudah berlangsung selama ini.

Pernyataan bahwa
penggunaan proyek tol layang ini menguntungkan Kota Meikarta, hanyalah upaya pencitraan tetapi palsu dan tidak rasional dalam realitas objektif.

6. Kerata Api Cepat (Speed Train), Jakarta – Bandung

Dinyatakan kereta ini akan membuat perjalanan Jakarta Bandung hanya 39 menit. Artinya, perjalanan Meikarta menuju ke Jakarta atau Bandung diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 20 menit. Namun, dalam suatu rapat dengan DPR, seorang pejabat tinggi pemerintah menegaskan, jalur kereta api cepat ini tidak melewati lokasi Kota Meikarta.

Pernyataan bahwa penggunaan proyek kereta api cepat Jakarta- Bandung ini menguntungkan Kota Meikarta, hanyalah upaya pencitraan tetapi palsu dan tidak rasional dalam realitas objektif.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.