Senin, 24 Januari 22

Permudah Layanan, Kemenag akan Luncurkan Program Satu Data KUA

Permudah Layanan, Kemenag akan Luncurkan Program Satu Data KUA
* Staf Khusus Menteri Agama Bidang Image Building dan Pengembangan Teknologi Informasi Wibowo Prasetyo. (Foto: Humas Kemenag)

Jakarta, obsessionnews.com –  Kementerian Agama (Kemenag) tengah mempersiapkan program Satu Data KUA. Program ini bertujuan untuk mengelola data Kantor Urusan Agama (KUA) agar datanya berkualitas, mudah diakses, dan dapat dibagikan oleh instansi terkait.

Baca juga:

Sembilan Kompetensi Ini Harus Dimiliki Penghulu

Wow! Penghulu Ini Rajin Laporkan Uang Suap ke KPK

“Nantinya semua data tentang KUA berada dalam satu platform yang isinya mencakup jumlah data nikah, sumber daya manusia KUA, kondisi gedung, dan jenis layanan yang ada pada KUA,” ungkap Staf Khusus Menteri Agama Bidang Image Building dan Pengembangan Teknologi Informasi Wibowo Prasetyo saat menjadi narasumber Peningkatan Kapasitas Penghulu Berbasis Moderasi Beragama Wilayah DKI Jakarta Angkatan II di Jakarta, Selasa (7/9/2021).

Dikutip obsessionnews.com dari situs resmi Kemenag, Rabu (8/9), dalam kesempatan tersebut Wibowo menjelaskan hal itu merupakan upaya mempermudah update data, sehingga layanan pun bisa semakin baik kualitasnya.

Menurutnya, satu Data KUA akan dimasukkan dalam satu platform aplikasi SuperApp Kemenag yang sebentar lagi akan diluncurkan.

Wibowo menerangkan, Satu Data KUA merupakan bagian dari program Transformasi Digital dan Revitalisasi KUA yang menjadi program prioritas Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas.

Di era Yaqut, lanjutnya, Kemenag akan menjadi Kemenag yang baru, yaitu dengan visi dan semangat yang baru. Karenanya, butuh dukungan seluruh aparatur sipil negara yang ada di Kemenag, termasuk para penghulu.

Penghulu diharapkan Wibowo juga dapat mengambil peran untuk mengedukasi masyarakat. Termasuk, memberikan informasi positif serta mengklarifikasi berbagai informasi palsu dan menyesatkan yang terkait dengan Kemenag.

“Adanya berita hoax seperti kartu nikah digital yang berisi empat kolom foto istri, itu harus diklarifikasi kepada masyarakat bahwa itu tidak benar,” pintanya.

Wibowo juga mengapresiasi usaha digitalisasi layanan yang telah dilakukan oleh Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ditjen Bimas Islam, seperti adanya Simkah web dan kartu nikah digital. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.