Senin, 23 Mei 22

Perlu Keberanian Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM

Perlu Keberanian Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM

Jakarta, Obsessionnews – Untuk penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan bahwa jalan keluarnya adalah kita semua harus mempunyai keberanian. Jokowi mengungkapkan hal itu pada Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (Ham) Se-Dunia Ke-67  di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/12/2015).

“Sekali lagi, punya keberanian untuk melakukan rekonsialiasi atau mencari terobosan penyelesaian melalui jalur judisial dan non judisial,” ujar Jokowi.

Presiden mengatakan tiap kali dirinya ke daerah, baik kabupaten, kota maupun provinsi selalu mendapat banyak keluhan tentang masalah agraria. Maka jalan keluarnya kata Presiden benahi masalah tumpang tindih hak atas tanah dan menghentikan kriminalisasi masyarakat adat.

“Rata-rata per provinsi itu kira-kira ada 850-an kasus, karena di sana ada 900, sini 800, sini 700, kira-kira 850-an. Ini juga yang harus cepat dan segera diselesaikan,” kata Presiden.

Jokowi ingin di antara Komnas HAM, aparat hukum dan lembaga-lembaga peradilan bersama-sama bersinergi untuk mencari penyelesaian hal-hal yang berkaitan dengan HAM, sehingga pada akhirnya mengarahkan semua pembangunan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Presiden mengingatkan bahwa pemenuhan hak asasi manusia bukan semata-mata tanggung jawab Pemerintah Pusat, tetapi juga Pemerintah Daerah.

“Oleh karena itu,  saya mendukung pelaksanaan dan perbanyakan kota/kabupaten yang ramah terhadap HAM seperti di  Palu, Solo, Wonosobo, Jayapura dan di tempat lainnya,” tegas Jokowi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.