Sabtu, 23 Oktober 21

Perlu Dilakukan Pemotongan Satu Generasi Jenderal Polisi Bintang 3

Perlu Dilakukan Pemotongan Satu Generasi Jenderal Polisi Bintang 3

Bima – Wacana pemotongan satu generasi jenderal bintang tiga di Polri mendapat tanggapan dari Rikiah Mardiati, pengamat politik dari Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Rikiah, pemotongan satu generasi di Polri harus melalui pertimbangan yang objektif, sebab hal ini menyangkut prinsip dan independensi institusi Polri sebagai lembaga penegak hukum.

Dosen di sebuah perguruan tinggi di Bima ini mengatakan, para jenderal bintang tiga sudah lama bekerja di institusi Polri. Mereka punya kekuasaan dan kewenangan yang dianggap ahli dan tidak dimiliki oleh orang lain, sehingga cara penanganannya harus bijak.

Rikiah Mardiati, pengamat politik dari Kota Bima
Rikiah Mardiati, pengamat politik dari Kota Bima

“Kalaupun ada keputusan untuk memotong satu generasi, potongan itu juga harus bagus. Jangan sampai menimbulkan goncangan sistem yang tentunya bisa mempengaruhi situasi dan sosial politik dan ekonomi,” kata Rikiah kepada obsessionnews.com di Bima, Kamis (29/1).

Dia menambahkan, diakui atau tidak dalam tubuh Polri kini memang terjadi krisis kepemimpinan. Hal itu terjadi pasca ditetapkan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Budi disebut punya kedekatan politik dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang merupakan mentor Presiden Jokowi.

“Presiden Jokowi perlu melakukan pemotongan satu generasi bagi jenderal bintang tiga. Nantinya mereka yang  diangkat menjadi Kapolri adalah bintang dua. Mereka yang berpangkat jenderal bintang dua diyakini masih bersih dari potensi korupsi dan unsur-unsur politik praktis,” katanya. (Yuli)

Related posts