Sabtu, 4 Desember 21

Perkuat Usaha Puskud KUD, Kemenkop Ajak Kerjasama BUMN

Perkuat Usaha Puskud KUD, Kemenkop Ajak Kerjasama BUMN

Jakarta, Obsessionnews – Kementerian Koperasi dan UKM tengah berupaya untuk mengembangkan bisnis Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) dan KUD di seluruh Indonesia. Pertama yang dilakukan adalah dengan pempertemukan dua lembaga itu dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Bank BRI, dan Perum Jamkrindo.

“Tiga BUMN tersebut berkomitmen untuk membantu dan mengembangkan usaha Puskud/KUD yang sementara ini dikonsentrasikan di Pulau Jawa,” kata Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kemenkop UKM Braman Setyo di Jakarta, Rabu (8/4/2015).

Braman mengatakan, dalam rencana kerjasama bisnis tersebut, RNI berfungsi sebagai principal, Puskud sebagai pusat distributor, KUD sebagai agen atau pengecer, Bank BRI dan Jamkrindo sebagai supporting pembiayaan dan penjaminan.

Dia menambahkan saat ini, RNI dan Puskud Jabar sedang menyusun SOP yang akan diujicobakan di KUD di Bekasi. Setelah itu, akan disiapkan MoU antara Kemenkop UKM, RNI, Bank BRI dan Perum Jamkrindo tentang pengembangan bisnis Puskud/KUD yang direncanakan pada Mei 2015.

“Sebagai pilot project, kita akan uji coba di Puskud Jabar”, tandas Braman.

Totalnya, ada 660 KUD yang akan mengikuti sistem bisnis tersebut di tahap awal. KUD yang ditunjuk itu, tutur dia sudah memiliki kerjasama usaha dengan perusahaan-perusahaan nasional dan internasional. Misalnya, ada KUD yang sudah mampu memasok onderdil motor merek Yamaha.

Menurut Braman, program yang tidak memakai dana APBN tersebut, bertujuan untuk mendorong pelaku koperasi (khususnya KUD) di daerah untuk bisa bangkit lagi. Dia berharap bahwa pemenuhan kebutuhan KUD bisa terpenuhi oleh RNI.

“Yang jelas, kerjasama B to B ini sifatnya win-win solution, atau saling menguntungkan”, imbuh Braman.

Braman optimis program ini bakal sukses. Pasalnya, menurut dia, para pihak pasti akan bersemangat menjalankan kerjasama bisnis tersebut. Bisa jadi, bagi RNI, ini merupakan pembentukan pasar baru, yaitu seluruh Puskud/KUD yang ada di seluruh Indonesia yang total jumlahnya mencapai 8800 KUD. Bagi Bank BRI juga jelas, yaitu akan mengucurkan kredit karena pasarnya jelas. Begitu juga dengan Jamkrindo.

“Model bisnis ini sebenarnya mengarah pada pola Cashless. Dan KUD harus terbiasa dengan pola seperti ini, sesuai zamannya,” pungkasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.