Sabtu, 28 Mei 22

Perkuat Laku Pandai, BCA Rangkul Perusahaan Singapura

Perkuat Laku Pandai, BCA Rangkul Perusahaan Singapura

Jakarta, Obsessionnews – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membuat program menarik yang mengajak masyarakat agar gemar menabung. Program tersebut bernama Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).

Program ini ditujukan kepada masyarakat yang belum mengenal, menggunakan, atau mendapatkan layanan perbankan dan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank), dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi.

Dalam rangka memperkuat Laku Pandai, PT Bank Central Asia (BCA) merangkul Indepay Networks, perusahaan yang berkedudukan di Singapura dan telah memiliki operasi di India. Kerja sama ini mencakup penggunaan teknologi, sistem kontrol dan basis data. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi trial and error dalam penggunaan kartu Laku. Komitmen kerja sama tersebut ditandai dengan peluncuran Lowcost Payment Network.

“Kerja sama ini sesuai dengan arahan OJK dalam mendorong program Laku Pandai, serta komitmen BCA untuk memperluas jangkauan layanan perbankan,” kata Direktur BCA Suwignyo Budiman di Menara BCA, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015) lalu.

Indepay Networks merupakan perusahaan berhasil menangani inklusi keuangan selama beberapa tahun. Suwignyo berharap kerja sama tersebut bisa memperkuat fungsi dan operasional kartu Laku BCA, yang saat ini masih berfungsi sebagai pembukaan dan penutupan rekening.

Saat ini program Laku Pandai dilaksanakan oleh BCA melalui kartu Laku BCA. Yakni program untuk memfasilitasi dan mendekatkan masyarakat kepada layanan perbankan, sehingga masyarakat memiliki akses yang memadai terhadap berbagai layanan dan transaksi keuangan.

Sementara itu CEO Indepay Network Rajib Saha mengatakan, masyarakat di Indonesia masih banyak yang belum memiliki akses ke layanan perbankan. Sehingga langkah ini bisa menjadi kesempatan sekaligus tanggung jawab Indepay dan BCA untuk menjangkau masyarakat.

“Kerja sama BCA dan Indepay melalui Lowcost Payment Network ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat luas. Karena dengan biaya yang cukup rendah, jumlah masyarakat yang bisa dijangkau juga semakin besar,” tutur Rajib.

OJK meluncurkan Laku Pandai di Jakarta, Kamis (26/3/2015). Laku Pandai bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk menyimpan dan memanfaatkan uang yang dimilikinya dengan lebih murah, aman, dan cepat. Masyarakat di daerah plural atau remote area juga diharapkan bisa terbebas dari jeratan lintah darat yang selama ini menyulitkan kehidupan mereka dengan bunga pinjaman yang tinggi.

BCA salah satu bank yang mendapatkan persetujuan menjadi penyelenggara Laku Pandai. BCA mengimplementasikan Laku Pandai dengan menggunakan kartu Laku BCA. Kartu ini dinilai lebih mudah digunakan bagi masyarakat di pedesaan, selain mengantisipasi infrastruktur listrik dan telekomunikasi yang terbatas juga sebagai pembeda dengan Layanan Keuangan Digital (LKD). Kartu ini mudah dibawa ke mana saja, dan sekaligus BCA juga mendukung gerakan non tunai.

Kartu Laku BCA dapat dipergunakan untuk melakukan transaksi keuangan dasar (Basic Saving Account/BSA), seperti menabung, menarik uang, dan mengirim uang dengan mendatangi agen-agen yang ditunjuk BCA sebagai penghimpun dana mereka.

Layanan dengan karakteristik BSA antara lain tanpa batas minimum baik untuk saldo maupun transaksi setor tunai. Ada batas maksimum saldo dan transaksi pendebetan rekening yang ditetapkan oleh bank, namun kedua batas tersebut tidak boleh melebihi batas yang ditetapkan oleh Peraturan OJK (POJK), yaitu untuk saldo setiap saat maksimal Rp 20juta dan untuk transaksi debet kumulatif selama sebulan maksimal Rp 5juta. Tanpa biaya administrasi bulanan dan tidak dikenakan biaya untuk pembukaan dan penutupan rekening, dan transaksi pengkreditan rekening.

Sistemnya sendiri terpisah dengan sistem operasional layanan reguler BCA. Kartu Laku tidak bisa dipakai di ATM, tapi harus di agen.

BCA berharap dengan adanya kartu Laku, masyarakat yang tadinya belum menggunakan layanan keuangan bisa mulai belajar mengelola keuangannya. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.