Kamis, 26 Mei 22

Perjalanan Sang Pencerah: KH Ahmad Syafi’i Mufid

Perjalanan Sang Pencerah: KH Ahmad Syafi’i Mufid
* KH Ahmad Syafi'i Mufid. (Foto: Kemenag)

Kutipan ungkapan di atas pun menandai sampurnaning ngaurip yang merajut cita keselayakan hidup manusia (Jawa), bahwa dengan usia terakhirnya yang mencapai 70 tahun, bersama isteri tercintanya telah berhasil (sampurna) membangun rumah tangganya yang tetap utuh dan bahagia. Pasangan ini berputera tiga, di mana dua di antaranya berpendidikan S2 dan satunya adalah dokter spesialis anak (SPa), semua sudah berumah tangga, berikut 9 cucu.

Melihat seorang pak Syafi’i yang dengan hidup sedemikian rapi masih aktif, kebanyakan orang akan bertanya, “apalagi yang kau cari pak Syafi’i?”. Karena dengan kesuksesan membesarkan anak dan lebih lagi sudah memasuki masa pensiun, telah berarti cerminan keluarga berkecukupan secara lahir bathin.

Tapi, bukan Pak Syafii kalau kecukupkan itu diartikan waktunya banyak berdiam diri di rumah. Baginya, perjalanan hidup masih panjang, dan panjang sekali. Demikian panjangnya hingga melampaui batas-kematiannya sendiri. Capaian materi dan kebendaan, pangkat, penghargaan dan kedudukan, bukan untuk menelikung pola berpikirnya.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.