Kamis, 26 Mei 22

Peringati Harvetnas, Dua Pleton Veteran Perang Sambangi Makam Pahlawan

Peringati Harvetnas, Dua Pleton Veteran Perang Sambangi Makam Pahlawan

Semarang, Obsessionnews – Dua pleton mantan tentara mengunjungi Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Kota Semarang untuk memperingati datangnya Hari Veteran yang jatuh tiap tanggal 10 Agustus. Tujuh puluh tentara ini menabur bunga seraya mendoakan rekan-rekan mereka yang telah lebih dahulu berpulang.

Satu persatu kuburan pejuang didatangi oleh para veteran dan purnawirawan ini. Beberapa dari mereka nampak terdiam di hadapan nisan, seolah mengenang masa-masa saat bersama. Tak lupa makam salah seorang pejuang besar Semarang, Dr Karjadi yang terletak di area depan juga ikut dikunjungi.

Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia, Kolonel (Purn) Hary Widodo mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan bagi mereka yang dulu berjuang memperebutkan kemerdekaan bumi pertiwi dari tangan penjajah.

“Saya kesini ini dalam rangka menghormati seperti yang tertulis disana, aku gugur membela negara, lanjutkan perjuanganku,” kata dia berkaca-kaca, Selasa (9/8/2016)

Ia menyayangkan masih jarang masyarakat khususnya generasi muda yang tidak terlalu memperhatikan perjuangan para pahlawan. Contohlah, pejuang besar di Dr Karjadi yang kebanyakan orang tidak tahu letak posisi makamnya.

“Tapi orang disini tidak terlalu memperhatikan seperti itu. Coba takon nomor siji sopo, ndak pernah tahu. Nomor satu disini adalah Dr Karjadi. Dialah yang memimpin perjuangan pertempuran lima hari di Semarang,” jelasnya.

Kegiatan tabur bunga, lanjut Hary, bukan berarti terlalu “memuja” arwah pahlawan atau bisa dikata syirik. Menurutnya, rangkaian kegiatan ini adalah penghargaan bagi pejuang-pejuang, yang di masa lalu telah bersusah payah membawa Indonesia menjadi negeri merdeka.

“Makanya bunganya ini bukan sembarang bunga. Sebagai penghargaan,” tutur dia.

Lebih lanjut, veteran perang tidak hanya dipandang sebagai pensiunan tentara saja. Ia menghimbau agar para mantan pejuang tetap membimbing generasi muda lebih memiliki rasa nasionalis.Terlebih akhir-akhir ini banyak pemuda pemikiran menolak eksistensi negara Indonesia.

“Maka tugas kita seperti ini (membimbing dengan upacara). Karena mereka tidak bisa diceramahi. Oleh sebab itu, saya meminta doa restu agar veteran-veteran perang bisa menelurkan nila juang 1945,” tandasnya. (ihy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.