Minggu, 3 Maret 24

Peringati Hari Dongeng Nasional, Berikut Manfaat Dongeng bagi Anak Menurut Pakar!

Peringati Hari Dongeng Nasional, Berikut Manfaat Dongeng bagi Anak Menurut Pakar!
* Ilustrasi ibu membacakan dongeng untuk anak. (Foto: Element.Envato.com)

Obsessionnews.com – Masyarakat Indonesia memiliki Hari Dongeng Nasional yang diperingati pada 28 November di setiap tahunnya. Cerita dongeng di tanah air sendiri sangat lah beragam yang berakar dari banyak kebudayaan yang tersebar di Nusantara, menurut data dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), sampai saat ini terdapat 945 cerita rakyat yang tersebar di Indonesia, dimana 465 di antaranya adalah dongeng.

Selain ceritanya yang menarik bagi anak-anak, ternyata dongeng pun memiliki manfaat yang banyak. Dalam rangka memperingati Hari Dongeng Nasional yang jatuh pada Selasa (28/11/2023), seorang pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Dr. Asep Supena, M.Psi mengatakan bahwa manfaat dongeng, salah satunya adalah membentuk karakter anak sejak dini.

Arsip foto – Pendongeng cilik sekaligus kreator buku Hanna Ameera mendongeng tentang Si Penanam Padi di Bale Buku, Cakung, Jakarta, Sabtu (27/11/2021). (ANTARA FOTO/Suwandy/rwa)

“Sifat-sifat baik, moral, dan akhlak pada anak-anak itu bisa ditumbuhkan dan dikembangkan melalui dongeng karena dengan mendongeng itu kita menceritakan tokoh dengan karakter tertentu,” kata Asep saat dihubungi oleh media.

Sifat-sifat seperti jujur, dermawan, pekerja keras, dan disiplin, kata Asep, bisa mulai diajarkan sejak dini kepada anak melalui mendongeng. Oleh karena itu, mendongeng menjadi bagian yang penting dalam membangun dan mengembangkan karakter anak.

Pendidikan karakter seharusnya menjadi pendidikan yang pertama dan utama yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak-anak, sebelum memberikan pendidikan akademis. Orang tua, guru, hingga orang sekitar, lanjut Asep, berperan dalam memberikan pendidikan karakter kepada anak-anak.

“Misalnya senang belajar, senang pergi ke sekolah, senang membaca, senang bertemu dengan orang, senang meminta maaf dan memaafkan, senang bekerja sama dengan anak-anak lain, itu namanya karakter. Itu jauh lebih penting dan harus ditumbuhkan sejak awal,” sambungnya.

Kegiatan mendongeng, kata Asep, juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan cara komunikasi pada anak.

“Ketika mendongeng anak tentu mendengar cerita, mendengar ucapan, mendengar bahasa yang dituturkan seseorang sehingga dia bisa mendengar bunyi-bunyi bahasa tertentu atau juga bisa menambah kosa kata, termasuk juga pola atau irama di dalam berkomunikasi,” kata Asep.

Dia juga menyampaikan bahwa selain fungsi edukasi, menceritakan dongeng pada anak juga berfungsi sebagai hiburan atau medium rekreasi.

Saat mendongeng, orang dewasa yang sudah menguasai konten dongeng dapat menyampaikan cerita tanpa teks. Cara tersebut membuat aktivitas mendongeng menjadi lebih atraktif.

“Kalau seandainya guru atau orang tua tidak menguasai konten yang didongengkan, tidak masalah sambil membaca karena bagi anak yang penting dia mendengar penuturan dari orang dewasa yang mendongeng itu, kemudian anak juga mendapatkan informasi tentang isi dongeng tersebut,” pungkasnya. (Antara/Arfi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.