Jumat, 12 Agustus 22

Periksa Hati

Periksa Hati

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengemban Dakwah

 

Memberitahu orang tentang mana yang benar dan mana yang salah itu mudah. Mengajak dan membimbing hingga yang salah mau berubah jadi benar, itu baru sesuatu

Apalagi menyalahkan orang, nggak perlu ilmu juga bisa, siapa juga mampu. Tapi membuat orang sadar dengan kesalahannya, dan mau belajar memperbaiki, ini istimewa.

Pengemban dakwah lebih dari sekadar memberitahu tentang halal-haram. Ia membersamai, mengerti, memahami, merasa, sekaligus menjadi yang bisa diandalkan.

Pengemban dakwah itu memberi rasa aman dengan akhlaknya, ketenangan dengan ilmunya, sekaligus semangat untuk terus memperbaiki diri bagi yang didakwahinya.

Kita diperintahkan untuk memberikan kabar gembira dan tidak membuat manusia lari dari agama. Tugas kita adalah membuat ketaatan itu terlihat mungkin dijalani.

Kita tak membenarkan yang salah, tapi tidak juga membuat yang salah putus asa. Kita memberikan harapan, membesarkan hati bagi siapa yang mau taat.

Sedikit kebaikan itu akan mengarahkan pada kebaikan lainnya. Maka jangan meremehkan kebaikan orang walau baru sedikit ia kerjakan. Itu jalan perubahan.

Apalagi menyalahkan yang sudah benar, menyesatkan yang sudah Allah tunjuki, jelas ini bukan adab yang baik. Tawadhu itu bukan merasa aku yang paling.

Sebab keakuan tak membawa kecuali pada kesombongan. Dan kesombongan pasti berakhir pada merendahkan orang lain dan menolak kebenaran dari Allah.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.