Rabu, 28 Oktober 20

Perhiasan Indonesia Jadi Incaran Pengunjung di Jepang

Perhiasan Indonesia Jadi Incaran Pengunjung di Jepang
* Indonesia menjadi peserta pameran International Jewellery Kobe (IJK) ke-22 di Kobe, Jepang.

Osaka, Obsessionnews.com – Indonesia menjadi peserta pameran International Jewellery Kobe (IJK) ke-22 di Kobe, Jepang. Ekshibisi perhiasan terbesar di negara Sakura ini membuat perhiasan dari Indonesia berhasil menarik minat dan incaran para pengunjung.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Osaka Ichwan Joesoef mengatakan IJK yang digelar pada 16-18 Mei 2018 lalu, Indonesia menampilkan perhiasan yang dibuat dengan kerajinan tangan (handmade).

“Beragam perusahaan Indonesia menampilkan diversifikasi jenis perhiasan Indonesia yang menyajikan keunggulan produk buatan tangan. Perhiasan buatan tangan memunculkan rasa penasaran pengunjung akan cerita di balik pembuatan perhiasan-perhiasan ini,” ungkap Ichwan dalam keterangan elektronik yang diterima Obsessionnews.com, Kamis (24/5).

Kementerian Perdagangan RI melalui ITPC Osaka bekerja sama dengan Konsulat Jenderal RI Osaka memfasilitasi 12 merek perhiasan lokal Indonesia dalam pagelaran IJK ini. Dari pameran ini, paviliun Indonesia mencatatkan transaksi dan potensi transaksi lebih dari JPY 10 juta (USD 90 ribu).

Merek lokal Indonesia yang berpartisipasi dalam IJK 2018 adalah Dientje Art Stone, D.RU., Elleyhan Jewellery, From Tiny Islands, HS Silver, Leginayba, MITA, Noverika, Oaksva Jewellery, Runa Jewellery, SSS Silver, dan Suardana Silver.

Merek-merek tersebut masuk ke dalam kategori perusahaan perhiasan spesialis kerajinan mutiara dan kerang, batu mulia, perak, filigree perak, manik-manik, dan perhiasan etnik.

IJK diasosiasikan sebagai tempatnya perhiasan mutiara dan batu mulia yang menjadi acuan di Jepang.

Pameran IJK 2018 diikuti oleh 580 peserta pameran dan 12.600 buyer. Dari buyer tersebut, terdapat 4.000 buyer yang rutin hadir tiap tahunnya, didominasi oleh wholesaler baik lokal Jepang maupun mancanegara seperti China, Korea, dan India.

Tidak hanya penjualan dan potensi transaksi, IJK juga menjadi tempat yang tepat untuk mempelajari teknologi terbaru dalam hal manufaktur perhiasan, baik dari dari sisi peralatan dan teknologi terbaru maupun metode display yang terbaik.

 

Ekspor perhiasan Indonesia ke Jepang Meningkat

Ekspor perhiasan Indonesia ke Jepang melonjak dengan tren 92,49% dalam lima tahun terakhir. Di tahun 2016 nilai ekspor perhiasan Indonesia ke Jepang USD 666 juta, dan pada 2017 USD 1,02 milliar. Indonesia menempati posisi ke-4 pangsa pasar perhiasan Jepang yaitu 9,29%, setelah Amerika Serikat, Korea, dan Afrika Selatan.

Jepang, tambah Ichwan, memiliki daya tarik sebagai pasar perhiasan dari seluruh dunia. Hal ini terlihat dari tren nilai impor perhiasan di Jepang yang meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Dengan nilai impor tahun 2017 sebesar USD 11,05 milliar, Jepang merupakan negara importir perhiasan peringkat ke-7 di kawasan Asia Pasifik. Impor perhiasan Jepang juga naik signifikan pada kuartal pertama 2018, sebesar 44,16% dibanding periode yang sama tahun 2017. (Popi)

 

Baca juga:

Jepang akan Bangun Pencakar Langit Tertinggi di Dunia Berbahan Kayu

Setelah Dubes Jepang, Dubes RRT ‘Dekati’ Panglima TNI

Peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang-Indonesia

Jepang Siap Kerja Sama Dengan Indonesia di Bidang Perikanan

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.