Sabtu, 19 Oktober 19

Pergeseran Makna Peringatan Hari Ibu

Pergeseran Makna Peringatan Hari Ibu

Oleh: Lukman Hakiem, mantan Anggota DPR

Mengapa 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu di Indonesia? Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Dekrit Presiden No. 316 tahun 1953.  22-25 Desember 1928 adalah Kongres Perempuan Indonesia yang pertama. Kongres ini diselenggarakan di sebuah gedung bernama nDalem Jayadipuran yang kini merupakan kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta. Kongres ini dihadiri oleh 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Di Indonesia, organisasi wanita telah ada sejak 1912. Kongres diselenggarakan dengan maksud untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.

Ditetapkan tanggal 22 Desember, pada peringatan 25 tahun, Kongres Perempuan Indonesia ini awalnya diperingati sebagai “hari di mana perempuan memperoleh ruang keterlibatan dalam dialektika masyarakat” yang arus besarnya pada tahun 1920-an adalah “Keterlibatan pergerakan kemerdekaan dan penentuan posisi perempuan terhadap diskriminasi patriarki dan prasangka-prasangka gender”. Namun semakin terjadi pergeseran makna dalam peringatan hari Ibu yang setiap tahun kita peringati, yaitu terjadinya proses domestikfikasi  dan arti yang lebih menyempit. Sebuah hari yang dulu diperingati sebagai harinya peran sosial politik dan peran publik perempuan Indonesia menjadi diperingati hanya sebagai hubungan personal antara seorang Ibu dan anaknya.

Informasi ini semoga dapat meluruskan arti dan makna dari Hari Ibu di Indonesia. Perempuan Indonesia masih harus terus berjuang dalam upaya kesetaraan gender.

“Selamat Hari Pergerakan Perempuan Indonesia”.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.