Minggu, 25 Oktober 20

Pergaulan Bebas Berisiko Seksual Kesehatan Reproduksi

Pergaulan Bebas Berisiko Seksual Kesehatan Reproduksi
* Endang Triyanto

Ciptakan Instrumen Deteksi Dini Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja Raih Gelar Doktor

Remaja merupakan kelompok usia yang banyak menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah. Kelompok ini menurut World Health Organization (2014) memiliki batasan usia yaitu sepuluh sampai dengan 19 tahun. Di tangan remaja inilah masa depan bangsa ditentukan.

Namun, sebagian remaja justru melakukan perilaku-perilaku berisiko, seperti merokok, minum-minuman keras, konsumsi narkoba, pergaulan bebas, dan bahkan perkelahian. Tentunya, hal ini dapat mengancam masa depan Bangsa Indonesia.

Dari berbagai perilaku berisiko yang dilakukan remaja, terdapat satu perilaku pergaulan bebas yang marak terjadi akhir-akhir ini. Pergaulan bebas ini dapat dimasukan ke dalam perilaku berisiko seksual kesehatan reproduksi.

Dampak dari perilaku berisiko seksual kesehatan reproduksi yang dilakukan remaja, di antaranya adalah Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), Kehamilan Remaja, Infeksi Menular Seksual (IMS), Aborsi, Depresi, bahkan tindak kriminal.

Apabila terjadi kehamilan remaja, tentunya menjadi kehamilan resiko tinggi, karena secara fisiologis dan psikologis, remaja belum siap untuk hamil. Hal ini akan memicu stres bagi remaja itu sendiri yang dapat mengarah pada depresi atau bahkan bunuh diri.

Latar belakang remaja melakukan perilaku berisiko seksual sangat kompleks dan beragam. Seiring dengan pergeseran budaya dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor-faktor ini terus berkembang.

Tidak adanya instrumen untuk mengukur faktor-faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan reproduksi remaja yang komprehensif mengakibatkan kasus kesehatan reproduksi selalu tinggi.

Kenyataan inilah yang memotivasi Endang Triyanto (41 tahun) untuk meneruskan jenjang pendidikannya ke Program Doktor Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Melalui penelitian disertasinya, Endang Triyanto berupaya untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan reproduksi remaja dari faktor internal dan eksternal, serta menghasilkan instrumen yang komprehensif tentang faktor–faktor perilaku kesehatan reproduksi remaja berdasarkan eksplorasi yang diperoleh.

Selain itu, Endang berupaya mengidentifikasi hubungan antar faktor-faktor perilaku kesehatan reproduksi remaja yang tergambar dalam konstruk teori baru yang dihasilkan.

Temuan yang dihasilkan dari penelitian disertasinya meliputi faktor internal yang mempengaruhi perilaku kesehatan reproduksi remaja, seperti: usia pacaran terlalu dini, norma negatif yang dianut, ketidakberdayaan remaja, pengetahuan kesehatan reproduksi rendah, kebiasaan berisiko, dan gaya hidup bebas.

Sedangkan faktor eksternalnya yaitu Pengaruh negatif teman sebaya, keluarga tidak harmonis, dan lingkungan berisiko. Teman sebaya terbukti sebagai faktor paling dominan dalam mempengaruhi perilaku kesehatan reproduksi remaja.

Instrumen yang dihasilkan terdiri dari 54 item pernyataan yang mampu mengukur remaja ke dalam 3 tingkatan risiko yaitu rendah, sedang dan tinggi. Remaja dengan kategori tinggi harus mandapatkan prioritas utama agar tidak berkelanjutan dalam melakukan perilaku-perilaku berisiko kesehatan reproduksi. Instrumen ini digunakan untuk deteksi dini perilaku berisiko kesehatan reproduksi remaja.

Hasil penelitian disertasi tersebut mengantarkan Endang Triyanto S.Kep, Ns, M.Kep, memperoleh gelar Doktor dengan predikat sangat memuaskan pada program Doktor Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.

Endang Triyanto merupakan lulusan Doktor UGM ke-4.531 pada akhir September 2019. Doktor baru ini adalah dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah. (Koordinator Sistem Informasi Unsoed, Ir Alief Einstein M.Hum)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.