Senin, 13 Juli 20

Perempuan Tani-HKTI Minta Pemerintah Teliti Soal Impor Beras

Perempuan Tani-HKTI Minta Pemerintah Teliti Soal Impor Beras
* Ketua Umum Perempuan Tani-HKTI Dian Novita Susanto.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah melalui Menteri Perdagangan pada Kamis (11/1/2018) lalu berencana mengimpor 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand. Kebijakan tersebut menuai kontroversi mengingat dalam waktu dekat, para petani lokal akan menggelar puncak panen pada Januari-Februari.

Ketua Umum Perempuan Tani-HKTI Dian Novita Susanto meminta pemerintah memperhatikan secara prioritas para konsumen dan petani. Menurutnya, setiap kali pemerintah melakukan kebijakan impor beras tentunya melalui beberapa mekanisme keputusan.

“Sebagai komoditi utama tentunya jangan sampai merugikan kepentingan kedua belah pihak (petani dan konsumen),” tegas Dian dalam keterangan pers yang diterima Obsessionnews.com, Selasa (16/1/2018).

Dian menekankan, pemerintah harus benar-benar teliti soal impor, seperti jenis apa berasnya yang yang akan diimpor nanti. “Jangan sampai impor ini malah mematikan beras produksi lokal. Penting juga adalah harus melihat daerah daerah mana yang surplus beras,” tuturnya.

Dalam proses impor dan saat masuk ke pasar, lanjut Dian, tentunya juga harus diawasi secara ketat agar tepat sasaran, sehingga beras impor ini benar benar mampu menyelesaikan persoalan yang ada.

Dian kuatir, kalau tidak diawasi dengan ketat, kebijakan impor merugikan warga khususnya petani. “Jika tidak diperhatikan yang terjadi adalah kebijakan impor beras hanya sebuah kebijakan yang instan dari pemerintah, bisa dikatakan pemerintah tidak mampu mencari solusi tepat terhadap persoalan tentang beras,” tandasnya. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.