Sabtu, 16 Oktober 21

Perempuan Melek Keuangan

Perempuan Melek Keuangan
* Para peserta pelatihan keuangan di Pontianak, Kalimantan Barat

Pontianak, Obsessionnews – Data statistik kependudukan menyerbutkan jumlah perempuan di Indonesia sebanyak 50,3% dari jumlah total penduduk. Hal ini berarti jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Dengan jumlah perempuan yang demikian besar, maka potensi perempuan perlu lebih diberdayakan dalam pembangunan bangsa. Peranan strategis perempuan dalam menyukseskan pembangunan bangsa dapat dilakukan melalui keluarga, pendidikan, ekonomi, pelestarian lingkungan, dan lain-lain.

Reny Hidjazi, Direktur Pusat Pengembangan Sumber daya Wanita (PPSW) Borneo, Kalbar
Reny Hidjazi, Direktur Pusat Pengembangan Sumber daya Wanita (PPSW) Borneo, Kalbar

Pusat Pengembangan Sumber daya Wanita (PPSW) Borneo, Kalimantan Barat (Kalbar), salah satu organisasi perempuan yang bergerak dalam mengerakkan potensi perempuan sebagai objek pembangunan sumber daya manusia. Organisasi ini didirikan di Jakarta pada 1986 sebagai badan pelaksana dari Yayasan An-Nisa Indonesia. “Sejak 1998 PPSW menjadi lembaga mandiri yang berbadan hukum Yayasan PPSW,” kata Direktur PPSW Borneo, Reny Hidjazi, kepada obsessionnews.com di ruang kerjanya di Pontianak, Jumat (27/2).

Wilayah kerja PPSW tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Aceh, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat.

Sejak 2006 PPSW melakukan perubahan manajemen dengan mengembangkan kelembagaan secara otonomi penuh kepada masing-masing lembaga untuk mengembangkan wilayahnya, termasuk yang berada di Kalbar. Untuk itu PPSW yang berada di Kalbar mengembangkan diri menjadi Lembaga PPSW Borneo yang melakukan aktivitasnya sejak tahun 1998. Hadirnya PPSW bertujuan untuk memberdayakan perempuan, khususnya yang berada di strata sosial ekonomi terendah.

PPSW Borneo telah melaksanakan tujuh pokok program yaitu pemberdayaan ekonomi, pendidikan, pendidikan, politik, hukum, lingkungan, dan media. Selain itu, PPSW Borneo membuat berbagai program pendampingan dan pemberdayaan, salah satunya adalah pelatihan keuangan bagi ibu-ibu rumah tangga dengan waktu program selama 6 bulan.

Reny menjelaskan, program pelatihan keuangan ini sebagai upaya dari kiprah perempuan agar melek keuangan. Program ini sudah berjalan tujuh angkatan, dan partisipasi perempuan setiap angkatan mengalami peningkatan. Untuk angkatan ketujuh tahun ini pesertanya 123 orang dari Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.

Perempuan yang ikut dalam program tersebut diajarkan mekanisme administrasi dan akutansi pembukuan, baik itu pengeluaran maupun pendapatan. Mereka dibekali ilmu manajemen keuangan keluarga agar mampu untuk menabung di hari esok, Ucapnya

Reni yang 14 tahun berpengalaman dalam berorganisasi berusaha mengembangkan dan memperkuat jaringan di level lokal, nasional dan internasional. “Kami mendapat dukungan dari lembaga donor City Foundation,” tuturnya.

Tahun ini PPSW Kalbar mengembangkan wilayah kerjanya ke Kota Singkawang, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sintang, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Kayong Utara. (Ahmad Saufi)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.