Jumat, 20 Mei 22

Perempuan dan Laki-laki Ibarat Dua Sayap Burung yang Sama Kokoh

Perempuan dan Laki-laki Ibarat Dua Sayap Burung yang Sama Kokoh

Oleh: Denny JA *)

Dulu perempuan adalah warga kelas dua, kini bersama laki-laki ibarat dua sayap burung yang sama kokohnya.

Mesin waktu penulis kembali melesat, melayang-layang di udara. Tiba-tiba menukik berhenti di Pennsylvania Avenue, Washington DC tepat 3 Maret 1913. Tampak dari jauh wajah Alice Paul. Ia memimpin gerakan emansipasi perempuan dan berjuang bersama National American Women Suffrage Organization. Untuk pertama kalinya dalam sejarah akhirnya gerakan ini berhasil melibatkan perempuan dalam politik. Perempuan pun mempunyai hak memilih dan dipilih dalam pemilu. Sebelum Alice Paul, terbentang sejarah diskriminasi atas perempuan yang sama tuanya dengan umur peradaban. Perempuan dianggap manusia kelas dua. Tempatnya di dalam rumah: melahirkan dan mengurus rumah tangga. Mereka dijauhkan dari pendidikan, dunia kerja, apalagi politik.

Kini dunia sudah begitu berubah. Perempuan dan laki-laki di negara modern adalah dua sayap burung yang sama kokohnya. Di banyak profesi, bahkan perempuan lebih dianggap menonjol. Dunia sudah sedemikian berubahnya. Di balik suksesnya emansipasi perempuan, berdiri banyak aktor penting. Ada Virginia Wolf, Simon de Beauvior, dan Betty Frieden pemikir feminis yang ikut menyalakan gerakan liberalisasi perempuan. Ada Carol Hanish yang berjuang mengakhiri diskriminasi perempuan di tempat kerja. Dan banyak lagi.

*) Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.