Sabtu, 21 Mei 22

Perempuan Berdaya dalam Menjunjung Tinggi Budaya dan Karakter Bangsa

Perempuan Berdaya dalam Menjunjung Tinggi Budaya dan Karakter Bangsa
* Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati (IKAWATI) Kementerian ATR/BPN. (Foto: Humas Kementerian ATR/BPN)

Jakarta, Obsessionnews – Peran perempuan dan ibu menjadi sangat penting dalam membentuk ketahanan keluarga hingga negara, khususnya dalam pembentukan karakter anak sebagai generasi bangsa yang senantiasa berbudi luhur dan menjunjung tinggi identitas dan budaya sebagai bangsa Indonesia. Hal ini melatarbelakangi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar Peringatan Hari Ibu ke-93 secara daring dan luring pada Kamis (23/12/2021), bertempat di Aula Prona Lt. 7, Kementerian ATR/BPN.

Pembina Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati (IKAWATI) Kementerian ATR/BPN, Ratna Megawangi Sofyan Djalil, berkata bahwa budaya Indonesia teramat luas dan luar biasa, mulai dari karakteristik masyarakat, kuliner, musik, dan lain-lain. Keragaman budaya dan potensi ini tentunya menjadi aset bangsa yang perlu dilestarikan.

“Ini dapat menjadi usaha teman-teman IKAWATI untuk melestarikan budaya bangsa, melalui bagaimana perempuan Indonesia bangga memakai budaya adat,” ujarnya dikutip Obsessionnews Jumat (24/12).

Ratna Megawangi Sofyan Djalil menuturkan bahwa dilihat dari segi keragaman budaya, menunjukkan bahwa orang Indonesia itu sangat kreatif. “Kita lihat kreativitas nenek moyang kita dalam menciptakan batik. Corak batik yang begitu detail menjadi bukti bahwa nenek moyang kita mempunyai daya imajinasi serta kreativitas yang tinggi,” jelas Pembina IKAWATI Kementerian ATR/BPN.

Lebih lanjut, Ratna Megawangi Sofyan Djalil mengungkapkan terkait tantangan para generasi muda ke depannya. Ia berkata bahwa di era saat ini, telah menyongsong era industri kreatif dan ekonomi kreatif. Oleh karena itu, kebutuhan akan insan-insan muda kreatif menjadi penting. Ia juga berkata bahwa karakter kreatif seperti ini, menjadi salah satu karakter penting untuk menyongsong generasi emas pada tahun 2045.

Berdasarkan hal ini, Pembina IKAWATI menyebut peran penting para ibu dalam memberikan perhatian dan pengawasan penuh bagi penguatan karakter dan potensi anak. Ia berkata bahwa perlu adanya dukungan dari orang tua, sekolah, dan para pengajar sebagai wujud untuk mendukung penguatan potensi dan kreativitas anak.

“Selamat Hari Ibu. Semoga para ibu dan perempuan Indonesia senantiasa berperan penting terhadap penguatan karakter dan budaya Indonesia,” tutur Ratna Megawangi Sofyan Djalil.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Yulia Jaya Nirmawati berkata bahwa kegiatan yang bertajuk “Perempuan Indonesia Melestarikan Budaya” ini, sebagai upaya untuk mengajak karyawan dan IKAWATI di Kementerian ATR/BPN dapat mencintai dan melestarikan budaya berbusana nasional dan mencintai batik. “Harapannya ialah dapat menambahkan rasa cinta serta bagaimana peran penting wanita dalam melestarikan budaya Indonesia. Jangan sampai kita jadi pelopor kepunahan nasional,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, juga berlangsung Talkshow Budaya Indonesia yang membahas seputar batik dan peran wanita yang sejalan dengan perjalanan industri batik. Uti Rahardjo selaku Konsultan Brand sekaligus pengusaha batik berkata bahwa secara tidak langsung, perempuan mengambil peran penting dalam perjalanan batik di Indonesia karena mayoritas pembatik adalah perempuan. “Dalam mempertahankan budaya, kita juga melakukan sosialisasi dan komunikasi kepada masyarakat, menggandeng berbagai pihak untuk sama-sama terlibat,” ujarnya.

Hadir sebagai moderator di acara talkshow, Tenaga Ahli Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Sumber Daya Manusia, Adriani Sukmoro, beserta penanggap, yaitu Tenaga Ahli Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Pengadaan Tanah, Arie Yuriwin. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.