Minggu, 20 Oktober 19

Percepatan 35.000 MW Disesuaikan Kebutuhan Masyarakat dan Dunia Usaha

Percepatan 35.000 MW Disesuaikan Kebutuhan Masyarakat dan Dunia Usaha
* Pemerintah berkomitmen menjalankan mega proyek 35.000 Mega Watt (MW) yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan komitmen pemerintah dalam menjalankan mega proyek 35.000 Mega Watt (MW). Dalam pelaksanaannya pemerintah juga mempertimbangkan perkembangan program strategis tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

“Kita terus minta program 35.000 MW tetap jalan, tapi kecepatannya berdasarkan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Yang penting itu masyarakat bisa mendapat layanan listrik dari Sabang-Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” kata Jonan di sela-sela kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Grati Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (27/7/2019).

 

Baca juga:

Rencana Ignasius Jonan Jika Tak Dipercaya Lagi Jadi Menteri

Ignasius Jonan Resmi Dilantik Jadi Menteri ESDM, Arcandra Wakil

Ignasius Jonan Ditunjuk Jadi Menteri ESDM

Disebut Gantikan Ignasius Jonan, Ini Profil Budi Karya Sumadi

 

Dikutip obsesionnews.com dari siaran pers, Selasa (30/7), dalam kesempatan tersebut Jonan mengutarakan latar belakang diluncurkannya program yang dicanangkan pertama kali pada Mei 2015 adalah untuk memperluas akses listrik kepada masyarakat (accessibility). Tujuan inilah yang menjadi fokus utama pemerintah.

“Coba bandingkan yang penting pembangkitnya apa jumlah masyarakat yang mendapatkan listrik? Kalau rakyatnya dulu, rasio elektrifikasi saat ini saja mungkin sudah 98,9%. Mudah-mudahan sampai akhir tahun sudah 99,3%,” tegas Jonan.

Pada kesempatan yang sama Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Djoko Abumanan menyampaikan rinci program 35.000 MW terdiri dari 25.000 MW milik Independent Power Producer (IPP) dan 10.000 MW yang dibangun PLN.

“Lima ribu milik PLN sudah masuk (kontrak),” ungkapnya.

Djoko menjelaskan untuk di Jawa pembangkit yang dimiliki oleh PLN sudah terselesaikan semua kontraknya. Sementara pembangkit milik independent power plant (IPP) dengan skala besar mulai masuk pada September mendatang, Seperti PLTU Jawa 8 Cilacap dan Jawa 7 Bojonegoro.

“Rata-Rata pakai Ultra Supra Critical dengan kapasitas 1.000 MW,” tandasnya.

Pembangunan pembangkit ini diharapkan mampu menopang konsumsi kebutuhan listrik masyarakat, terlebih mempersiapkan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.