Jumat, 22 Oktober 21

Percepat PTSL dan Legalisasi Aset di Jatim, Kanwil BPN Jatim Gandeng Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim

Percepat PTSL dan Legalisasi Aset di Jatim, Kanwil BPN Jatim Gandeng Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim
* Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur menggandeng Komando Daerah Militer V/ Brawijaya dengan Kepolisian Daerah Jawa Timur upaya mempercepat sertipikasi aset dan Pengumpul Data Yuridis (Puldadis) tanah Jatim. (Foto: Hms ATR/BPN)

Surabaya, Obsessionnews – Sebagai upaya mempercepat sertipikasi aset dan Pengumpul Data Yuridis (Puldadis) bagi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur menggandeng Komando Daerah Militer V/ Brawijaya dengan Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, Kodam V Brawijaya dan Kapolda Jawa Timur di Kantor Wilayah BPN Jawa Timur pada Jumat (21/05/2021) sebagai wujud dari program Tri Juang, yakni Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama pemerintah daerah dan perangkat desa bersama-sama menuntaskan pendaftaran tanah.

Dalam sambutannya, Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil menjelaskan bahwa sesuai amanat Presiden Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN mendapat mandat untuk membereskan administrasi pertanahan. Pada tahun 2017, Kementerian ATR/BPN mendapat target untuk menyertipikatkan 5 juta bidang tanah dan hasilnya, tercapai 5,4 juta bidang tanah yang tersertipikasi. Pada tahun 2018, targetnya bertambah menjadi 7 juta sertipikat dan Kementerian ATR/BPN berhasil mendaftarkan 9,3 juta. Tahun 2019, targetnya 9 juta bidang dan tercapai 11,24 Juta bidang tanah terdaftar. Pada tahun 2020, terealisasi 6,8 juta bidang tanah terdaftar meski di tengah pandemi Covid-19. “Target kita semua bahwa seluruh tanah di Indonesia akan terdaftar pada tahun 2025,” tutur Sofyan A. Djalil.

Terkait percepatan sertipikasi tanah, Sofyan A. Djalil tak menampik bahwa partisipasi dan bantuan berbagai pihak akan membantu merealisasikan hal tersebut. Sehingga, kerja sama yang dilakukan oleh Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur ini diharapkan dapat mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan sertipikasi tanah. Tak hanya itu, diharapkan juga kerja sama beberapa pihak ini menjadi upaya penanganan permasalahan tanah aset milik Kodam V/Brawijaya dan Polda Jawa Timur. “Nanti, di lapangan pihak BPN akan dibantu oleh pihak Kelurahan, Kepala Desa serta Babinsa dan Babinkamtibmas, tujuannya agar semua tanah tersertipikatkan dan mengurangi konflik pertanahan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, Jonahar menjelaskan bahwa penandatanganan MoU dengan Kodam V/ Brawijaya dan Polda Jawa Timur ini juga akan membantu menyertipikatkan aset institusi khususnya aset milik Kodam V/Brawijaya dan aset Polda Jawa Timur dengan target tuntas pada tahun 2022.

Sebelumnya, Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur juga sudah bekerja sama dengan Polda Jawa Timur dalam penyelenggaran program PTSL. Namun, menurut Jonahar, saat ini yang perlu perhatian penuh di Jawa Timur adalah pengumpulan data yuridis. “Kami meminta bantuan dari semua pihak mulai dari Kodam V/Brawijaya, Polda Jawa Timur hingga Babinsa (Bintara Pembina Desa-red) dan Babinkamtibnas (Bintara Pembina Kamtibmas-red) untuk bekerja sama dengan kami menyertipikatkan tanah, semoga pertanahan di Jawa Timur menjadi tertib,” terang Jonahar.

Apresiasi juga disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang ada dan bersepakat dalam mendukung program PTSL yg begitu masif di Jawa Timur. Menurut Gubernur Jatim, hal seperti ini menjadi bagian yang sangat penting terlebih dalam bidang pertanahan. Pendaftaran tanah juga teramat penting utk mengurangi konflik pertanahan. “Saya rasa kecepatan Kanwil BPN Jatim juga dibarengi oleh Kantah seluruh Jawa Timur. Saya juga melihat bahwa pihak Kodam V/Brawijaya dan Polda Jawa Timur akan membuat tim yang kuat sekali, saya rasa ini akan menjadi penguatan demi kelancaran program pertanahan di Jawa Timur,” tukasnya.

Dalam acara ini, juga berlangsung peresmian tiga masjid di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, yaitu masjid pada Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, masjid Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo dan Masjid Kantor Pertanahan Kabupaten Probolinggo. Peresmian tiga masjid ini dilakukan langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil dan disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.