Kamis, 22 Agustus 19

Perbedaan Perolehan Suara Jokowi dan Prabowo di Dua Pemilu

Perbedaan Perolehan Suara Jokowi dan Prabowo di Dua Pemilu
* Jokowi dan Prabowo dalam debat capres 2019. (Foto: Tribunnews)

Jakarta, Obsessionnews.com – KPU telah merampungkan hasil rekapitulasi Pemilu 2019 dan menyatakan pasangan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang Pilpres mengalahkan Prabowo-Sandiaga. Ini adalah kekalahan Prabowo yang kedua saat berduet langsung dengan Jokowi dalam ajang Pilpres.

Namun dari hasil rekapitulasi KPU, hasil Pilpres 2019 ini ada yang berbeda dengan Pilpres 2014 lalu. Pada Pilpres kali ini, Jokowi-Ma’ruf hanya mampu menang di 21 provinsi, sedangkan Prabowo-Sandiaga unggul di 13 provinsi. Meski secara jumlah provinsi Prabowo lebih banyak. Namun Jokowi tetap unggul.

“KPU RI akan menyampaikan hasil rekapitulasi untuk 34 provinsi dan 130 PPLN yang sudah kami lakukan,” kata Ketua KPU RI Arief Budiman setelah mengesahkan rekapitulasi satu provinsi terakhir, yakni Papua di Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa dini hari, (21/5/2019).

Jika mengacu pada Pilpres 2014, suara Jokowi di tingkat provinsi lebih banyak. Saat itu Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla unggul di 23 provinsi, sedangkan Prabowo Subianto bersama Hatta Rajasa hanya menang di 10 provinsi.

Pada pemilu kali ini Prabowo-Sandiaga berhasil menggembosi empat provinsi yang dimenangi Jokowi pada Pilpres 2014 yakni Bengkulu, Jambi, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Di Bengkulu, Prabowo-Sandiaga unggul tipis dengan perolehan 585.999 suara, sedangkan Jokowi-Ma’ruf mendapat 583.488 suara.

Di Jambi, Prabowo-Sandiaga unggul cukup jauh dengan 1.203.025 suara, sedangkan paslon 01 tertinggal dengan 859.833 suara. Di Sulawesi Tenggara, paslon 02 mendapat 842.117 suara, sedangkan paslon 01 mendapat 555.664 suara. Di Sulawesi Selatan, Prabowo – Sandiaga berhasil unggul dengan 2.809.393, Jokowi-Maruf mendapat 2.117.591 suara di tanah kelahiran Wakil Presiden Jusuf Kalla itu.

Jokowi-Ma’ruf hanya berhasil unggul tipis di salah satu daerah basis Prabowo pada 2014, yakni Gorontalo. Di provinsi itu, paslon 01 mendapat 369.803 suara, paslon 02 mendapat 345.129 suara.

Jokowi berhasil memperkuat suara di sejumlah basis wilayahnya. Di Bali misalnya, suara Jokowi mencapai 91,68 persen, pada 2014 memperoleh 71,42 persen. Begitupula di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Jokowi unggul telak. Prabowo berhasil mempertahankan basis massanya semakin militan di Jawa Barat, Banten dan sebagian besar Sumatera. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.