Jumat, 17 September 21

Perbatasan RI-PNG Rawan Penyelundupan BBM

Perbatasan RI-PNG Rawan Penyelundupan BBM
* Perbatasan RI dengan Papua New Guinea (PNG) di wilayah Skouw, Kota Jayapura, Papua. (Foto: dok. pribadi Arif RH)

Jayapura, Obsessionnews – Perairan pantai utara khususnya perbatasan Republijk Indonesia (RI)-Papua New Guinea (PNG) rawan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM), narkoba, dan lain sebagainya. Sehingga sudah saatnya dibangun pos lintas batas. (Baca: Ini Hasil Kerjasama Indonesia-PNG)

Karena itu Komandan Lantamal X Jayapura Kol Mar Leonard William Supit mengaku sudah menyampaikan permintaan agar segera dibangun pos lintas batas saat menerima kunjungan tim dari Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Bidang Asistensi Deputi 3/Pertahanan Negara yang dipimpin Laksamana Muda H Sipahutar di  Jayapura, Papua, Senin (21/6/205) lalu. (Baca: Ini Hasil Kerjasama Indonesia-PNG)

Leonard mengatakan, dari laporan yang diterima terungkap dibutuhkannya pos lintas batas karena hingga kini keberadaan pos tersebut belum ada. Bila pos itu ada maka yang bertugas tidak saja TNI-AL tetapi juga instansi terkait seperti polisi, bea cukai dan imigrasi. (Baca: Ini Hasil Kerjasama Indonesia-PNG)

“Dengan dibangunnya pos lintas batas maka dapat membawa dampak positif bagi masyarakat perbatasan khususnya di bidang kesejahteraan,” katanya. (Baca: Prajurit TNI di Perbatasan RI-PNG Bangun Masjid)

Selama ini, lanjutnya, dari laporan yang diterima sering kali dijadikan lokasi bagi penyelundupan, BBM, narkoba jenis ganja hingga senjata api. “Karena itu diharapkan dengan adanya kunjungan tim dari Kemenko Polhukam dapat segera merealisasikan pembangunan pos lintas batas,” harapnya.

Komandan Lantamal X Jayapura yang wilayahnya meliputi pantai utara Papua dan Papua Barat itu mengatakan, bila rencana pembangunan pos lintas batas maka pihaknya akan membangun di Logpound di Sungai Muara Tami, Skouw Sae. “Mudah-mudahan dengan dibangunnya pos lintas batas dapat mengeliminir tindak kejahatan dan pelanggaran di laut,” ujarnya. (rol)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.