Kamis, 9 Desember 21

Perbaiki Birokrasi Kemenperin Perkuat Nilai dan Budaya

Perbaiki Birokrasi Kemenperin Perkuat Nilai dan Budaya

Jakarta, Obsessionnews –  Sebagai salah satu tonggak majunya visi-misi negara, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ingin memperkuat nilai dan budaya sebagai wujud pelaksanaan dari revolusi mental dan reformasi birokrasi. Pencanangan nilai dan budaya kerja ini dilakukan secara simbolis dengan penandatanganan komitmen oleh Menperin, Sekjen, Irjen, para Dirjen dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri melalui piagam kesepakatan dengan sketsa karikatur pewayangan.

Menperin mengharapkan, tekad bersama dalam pelaksanaan formulasi dan penerapan nilai dan budaya kerja tersebut menjadi bagian perubahan pola pikir dan kebiasaan yang lebih baik pada setiap pegawai di lingkunganKemenperin.

“Kita menyadari bahwa untuk meraih keberhasilan dan kesuksesan, memerlukan sebuah instrumen dan panduan yang akan menjadi asas bagaimana kita melaksanakan pekerjaan serta dasar atas tingkah laku kita semua. Oleh karena itu, nilai dan budaya kerja merupakan instrumen yang akan menjadi asas dan dasarnya,” tegas Menperin Saleh Husin yang mengutip Henry Ford, seorang industrialis terkemuka, yang mengatakan, “If everyone moving forward together, then success takes care itself”.

 

Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro berfoto bersama (dari kiri) Irjen Kemenperin Soerjono, Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Harjanto, Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto, Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Haswan Yunaz, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Euis Saedah, serta Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono seusai Pencanangan Nilai dan Budaya Kerja Kementerian Perindustrian di Kementerian Perindustrian, Jakarta 25 Mei 2016
Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro berfoto bersama (dari kiri) Irjen Kemenperin Soerjono, Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Harjanto, Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto, Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Haswan Yunaz, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Euis Saedah, serta Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono seusai Pencanangan Nilai dan Budaya Kerja Kementerian Perindustrian di Kementerian Perindustrian, Jakarta 25 Mei 2016

 

Sementara itu, Sekjen Kemenperin Syarif Hidayat mengatakan, penerapan nilai dan budaya kerja sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11 tahun 2015 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019, program Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Presiden, serta Reformasi Birokrasi sebagai wujud dari komitmen berkelanjutan Pemerintah.

Pada tahun 2025, kata Syarif, Indonesia diharapkan berada pada fase yang sungguh untuk bergerak menuju negara maju dengan mewujudkan pemerintahan kelas dunia. Yakni dengan pemerintahan yang profesional dan berintegritas tinggi yang mampu menyelenggarakan pelayanan prima kepada masyarakat dan manajemen pemerintah yang demokratis.

“Dengan penerapan perilaku yang konsisten dari nilai-nilai tersebut, diharapkan budaya organisasi yang kuat akan menjadi keunggulan Kementerian Perindustrian di masa yang akan datang,” papar Syarif. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.