Minggu, 5 Februari 23

Perayaan Natal Nasional 2022, Menag Tegaskan Perbedaan, Kemajemukan, Kebhinnekaan yang Membuat Indonesia Kuat

Perayaan Natal Nasional 2022, Menag Tegaskan Perbedaan, Kemajemukan, Kebhinnekaan yang Membuat Indonesia Kuat
* Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan pada Perayaan Natal Nasional 2022 di JCC Jakarta, Rabu (18/1/2023). (Foto: kemenag.go.id)

Obsessionnews.com – Indonesia berdiri karena kemajemukan, perbedaan, dan kebhinnekaan. Perbedaan, kemajemukan, dan kebhinnekaan ini yang membuat bangsa Indonesia kuat.

 

Baca juga:

Menag Bersyukur Perayaan Natal 2022 Berlangsung Lancar, Aman, Nyaman, dan Khidmat

Rayakan Natal dan Tahun Baru 2022, Wapres: Mari Kita Tebar Cinta Kasih dan Perdamaian

 

Hal itu ditegaskan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas ketika menghadiri Perayaan Natal Nasional 2022 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (18/1/2023) malam. Hadir Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri ATR/BPN, Ketum Perayaan Natal 2022, dan Ketua KWI, serta Ketua PGI.

Tampak juga Dirjen Bimas Kristen, Plt Dirjen Bimas Katolik, para Staf Khusus Menteri Agama, serta sekitar 1.500 undangan dari berbagai latar belakang agama dan profesi, para uskup, pastor, pendeta dan tokoh agama lainnya.

“Di samping kanan kiri kita, depan belakang kita, tidak ada yang sama. Kalau toh ada yang sama, tidak perlu kita beda-bedakan. Dan bagian yang berbeda ini juga tidak perlu kita samasamakan, karena itulah Indonesia,” kata Menag Yaqut sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Agama RI, Kamis (19/1/2023).

 

Dia menegaskan, perbedaan, kemajemukan dan kebhinnekaan ini yang membuat kita kuat, dan membuat kita bersepakat untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menag juga menyampaikan, bahwa tidak akan ada Indonesia jika tidak ada Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan agama-agama atau kepercayaan lainnya. Dan tidak akan ada Indonesia, jika tidak ada Jawa, Sunda, Batak, dan daerah lainnya.

 

 

Untuk itu dia mengajak seluruh peserta perayaan Natal Nasional 2022 untuk bersyukur dengan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Ia juga bersyukur karena perayaan Natal Nasional ini dirayakan bersama-sama oleh umat Kristen dan Katolik.

“Walau Iman kita berbeda-beda, tetaplah kita semua saudara dalam kemanusiaan,” papar Gus Men.

“Selamat merayakan Natal dan tahun Baru 2023,” tandas Gus Men.

Ketum Perayaan Natal Nasional 2022 Gustaf Brugman mengucapkan terima kasih kepada semua tamu undangan. Natal tahun 2022 ini mengusung tema “…… Pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain” (Mat.2:12).

“Natal Nasional ini adalah wujud nyata dari kerjasama Ditjen Bimas Kristen, Katolik, dan lainnya. Semoga dengan kebersamaan kita semua di dalam Natal Tahun ini mendatangkan kebaikan bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujarnya. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.