Minggu, 2 Oktober 22

Perawat Jadi Teman Curhat Pasien Covid-19

Perawat Jadi Teman Curhat Pasien Covid-19
* Ruang isolasi pasien Covid-19. (Foto: Edwin B/obsessionnews)

Jakarta, Obsessionnews.comIbarat perang, dokter, perawat, dan tenaga non medis yang bekerja di fasilitas kesehatan di segala tingkatan, kini menjadi garda depan melawan virus Corona (Covid-19). Dengan alat pelindung yang minim dan karakter virus yang masih belum dikenali, tenaga kesehatan tidak punya pilihan selain harus berhadapan dengan pasien yang terjangkit virus yang ganas ini.

Perawat merupakan salah satu garda depan dalam menangani pasien Covid-19 ini. Tak sedikit dari mereka mengalami suka duka dalam menjalankan tugasnya. Perawat menjadi bagian penting dalam penanganan pasien Covid-19, namun tak sedikitpun kekhawatiran dalam menjalankan tugasnya seperti yang disampaikan Perawat Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, Wita Tamala.

Wita yang menjadi perawat di salah satu ruangan isolasi pasien mengaku sempat merasa takut saat harus berhadapan dengan pasien Covid-19. Namun rasa takut itu hilang dan berganti menjadi tenang setelah menggunakan alat pelindung diri, meski pakaiannya itu serasa tak nyaman.

“Pakai baju astronot itu memang sangat panas, kalau saya keluar dari ruang isolasi baju saya basah banget bermandikan keringat,” ujarnya dikutip obsessionnews dalam video yang beredar di media sosial, Rabu (15/4/2020).

Tak hanya itu, selain merawat pasien, Wita selalu menanyakan kondisi pasien Covid-19, tak jarang dia pun menjadi tempat curhat para pasien virus tersebut. “Curhat. Kita memang saling curhatan sama pasien, biar lebih deket dengan pasien,” tambahnya.

Meski sering berhadapan dengan pasien Covid-19, keluarga Wita bisa memahaminya. Walau begitu, dia selalu membersihkan diri usai berhadapan dengan pasien. Tak hanya itu kesehatannya pun selalu dia jaga.

Kalau melihat pengalaman salah satu perawat pasien Covid-19 di atas ini, harus ada dukungan moral dan penghormatan yang tinggi untuk seluruh tenaga medis yang mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan ribuan nyawa lain yang terinfeksi virus corona. Bukan sebaliknya malah dikucilkan dari lingkungan masyarakat.

Selain daripada itu, bagi para dokter dan perawat, bekerja di rumah sakit hingga belasan jam dalam sehari dengan perlengkapan yang serba terbatas itu sudah sangat berat secara fisik dan mental.

Untuk itu, jangan mengucilkan mereka, sebaliknya sepatutnya berterima kasih dan melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk mengurangi beban mereka. Setidaknya semangati mereka dan ucapkan terima kasih setiap mereka saat pergi maupun pulang bertugas.

Selain itu, hal yang dapat dilakukan adalah ikut menjaga keluarga, yakni anak dan orang tua. Untuk keluarga yang terpaksa mereka tinggalkan di rumah selama seharian dan pastikan makanan tersedia untuk mereka, dan dengan tetap membatasi kontak fisik.

Dalam menghadapi masa sulit seperti ini, kebersamaan dan kekompakan adalah kunci. Dengan saling menjaga dan menghindari tindakan-tindakan yang provirus corona, wabah Covid-19 ini dapat ditaklukkan dengan lebih cepat, sehingga segera bisa melanjutkan kembali hidup seperti biasanya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.