Jumat, 7 Agustus 20

Peras Pengusaha, Bupati Lombok Barat Ditetapkan Tersangka

Peras Pengusaha, Bupati Lombok Barat Ditetapkan Tersangka

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti permulaan yang cukup tentang keterlibatan Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Zaini Arony dalam kasus pemerasan terkait proses permohonan izin pengembangan kawasan wisata di Lombok Barat, NTB.

Atas dasar itu KPK menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan Zaini diduga melakukan pemerasan terhadap seorang pengusaha sebesar Rp 2 miliar. Pengusaha itu berencana mengembangkan kawasan wisata di Lombok Barat.

“Kemudian bisa disimpulkan diduga ada tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh ZAR (Zaini Arony), dia Bupati Lombok Barat 2009-2019. Jadi dua periode sebenarnya,” ujar Johan di kantornya, Jakarta, Jumat (12/12/2014).

Johan menjelaskan nilai pemerasan itu kemungkinan masih bisa bertambah. Sebab, kata dia, tim penyidik masih terus mengembangkan kasus yang melibatkan Bupati Lobok Barat 2 periode yakni 2009-20019. “Tapi masih sedang ditelusuri lebih lanjut,” katanya.

Zaini disangkakan melanggar pasal 12 huruf e atau pasal 23 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dibuah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 Juncto pasal 421 KUHPidana  Juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana. (Has)

 

Related posts