Selasa, 20 Agustus 19

Perang Teluk Bisa Terjadi (Lagi)

Perang Teluk Bisa Terjadi (Lagi)

Oleh: Muhammad AS Hikam, Pengamat Politik dari President University

 

Setelah Inggris menyandera sebuah kapal tanker Iran benerapa waktu lalu, kini gantian Iran melakukan hal sama terhadap sebuah kapal tanker Inggris dan kapal berbendera Liberia milik Inggris di Selat Hormuz.

Pada saat bersamaan, Presiden AS Donald J. Trump mengumumkan bahwa pasukannya telah menembak jatuh sebuah drone (pesawat tanpa awak) milik Iran sebagai balasan terhadap aksi penembakan terhadap drone AS oleh Iran. Teheran tentu saja membantah klaim Trump tersebut.

Kedua persitiwa ini jelas makin meningkatkan suhu di kawasan sampai ke titik didih yang bisa saja memicu perang antara negara para Mullah tersebut dengan dua negara adikuasa plus Israel yang sudah sangat siap untuk menjadi bagian.

Jika perang pecah, implikasi strategisnya akan luar biasa. Bukan saja bagi geopolitik kawasan, tetapi bagi dunia. Selat Hormuz adalah rute bagi 20% minyak dunia. Sementara perang di wilayah tersebut tentu tak akan hanya melibatkan Iran, tetapi negara-negara lain baik di kawasan maupun di luar.

Inggris, AS, dan Iran harus menghentikan eskalasi konflik segera jika perang ingin dihindarkan. Sayangnya, Trump tampaknya makin agresif dan Inggris juga belum ada tanda akan mengajak berunding untuk melepas kapal tanker Iran dan sebaliknya.

Indonesia mesti juga bersiaga menghadapi krisis tersebut. Di samping itu alangkah baiknya jika RI ikut aktif melerai pihak-pihak yang bersengketa demi terjaganya kedamaian di kawasan dan dunia. Amin.

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.