Sabtu, 2 Juli 22

Perang Nuklir, Rusia Bisa Hancurkan NATO dalam 30 Menit

Perang Nuklir, Rusia Bisa Hancurkan NATO dalam 30 Menit
* Produk 202 "Tsar Bomba". (Screenshot Sputnik/VOA)

Rusia mengancam perang nuklir jika Barat yang bersekutu dalam NATO tetap ikut canpu tangan bela Ukraina. Ancaman perang nuklir pasca serangan Rusia ke Ukraina makin meningkat. Hal ini diakibatkan oleh pertentangan beberapa negara Barat seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris terkait langkah Moskow tersebut.

Dalam sebuah tayangan terbaru, media Rusia menyiarkan video simulasi serangan drone nuklir bawah laut melenyapkan wilayah Inggris dari peta dunia. Tayangan itu disertai desakan penyiarnya yang dikenal sebagai ‘corong Putin’, Dmitry Kiselyov, agar Presiden Vladimir Putin melakukannya.

Dia menyerukan serangan ke Inggris dengan drone bawah air Poseidon yang diklaim akan memicu gelombang pasang radioaktif 1.600 kaki dan menenggelamkan Inggris ke kedalaman laut.

Menurut profesor hubungan internasional di Fakultas Hukum dan Politik di Universitas Cardiff, Campbell Craig, bila nuklir Moskow ini benar-benar diluncurkan, beberapa bagian bumi ini bisa hancur tanpa bekas. Kehancuran ini makin besar di wilayah Barat bila perang nuklir yang terjadi melibatkan negara-negara NATO.

“Jika perang nuklir pecah antara NATO dan Rusia dan meningkat menjadi perang dunia, sebagian besar kota di Rusia, Eropa, dan AS akan menjadi sasaran dan dihancurkan,” ujar Craig dikutip dari Daily Star, Senin (9/5/2022). “Inggris sudah pasti tidak akan ada lagi,” tambahnya.

Argumen yang hampir sama juga diutarakan oleh Kepala Badan Antariksa Rusia Roscosmos Dmitry Rogozin. Ia menyebut serangan nuklir Rusia dapat melenyapkan NATO dalam waktu 30 menit saja.

“Dalam perang nuklir, negara-negara NATO akan dihancurkan oleh kami dalam waktu setengah jam. Tapi kita tidak boleh membiarkannya, karena konsekuensi dari pertukaran serangan nuklir akan mempengaruhi keadaan Bumi kita,” paparnya seperti dikutip Mirror.

Secara statistik, Rusia merupakan negara dengan senjata nuklir terbanyak. Ada 6.257 di mana 1.458 aktif, 3.039 tersedia dan 1.760 tak berfungsi (retired). Kemudian disusul Amerika Serikat (5.550), lalu China (350), Prancis (290) dan Inggris (255).

Hingga saat ini Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan pasukannya untuk menyiagakan kekuatan nuklir negara itu. Pasalnya, beberapa negara Barat anggota NATO telah menjatuhkan berderet sanksi ke negara pimpinannya itu terkait serangan ke Ukraina.

Putin menganggap ini merupakan sebuah aksi yang ‘tidak bersahabat’ terhadap negaranya. Meski begitu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengatakan potensi perang nuklir antara Rusia dengan NATO kecil kemungkinannya terjadi.

“Saya tidak ingin mempercayainya, dan saya tidak mempercayainya,” tegasnya di sela-sela pertemuannya dengan Menlu Ukraina di Turki. (CNBCIndonesia/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.