Minggu, 20 September 20

Perang AS Vs Iran Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

Perang AS Vs Iran Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
* Ilustrasi perang Iran Vs Amerika. (Foto: BBC)

Jakarta, Obsessionnews.com – Tanda perang Amerika Serikat dan Iran telah dimulai dengan aksi gempuran roket Iran ke pangkalan perang Amerika di Irak. Aksi ini sebagai bentuk balas dendam Iran atas meninggalnya komandan tinggi militer Iran Qasem Soleimani dalam serangan udara di Irak pada hari Jumat (03/01).

Lantas apa dampaknya jika perang Amerika Serikat dan Iran semakin meluas?

Pakar Timur Tengah dari Universitas Padjajaran, Dina Sulaeman, menilai perang Amerika dan Iran punya berpengaruh bagi Indonesia. Kemungkinan gejolak berimbas pada ekonomi dan keamanan, termasuk terkait bangkitnya sel-sel tidur kelompok Negara Islam (ISIS) yang berada di

Ia mengatakan, hubungan Indonesia dengan AS dan Iran baik, sehingga dampak bilateral dalam konteks konflik ini tidak akan terpengaruh. Namun, dampak yang mungkin dialami Indonesia adalah sebagai ekses, atau sampingan, jika konflik diantara dua negara itu terus mengalami eskalasi dan kemudian terjadi perpecahan perang.

Dalam hal ini, Dina menyebutkan bahwa jika perang terjadi, ekonomi dunia akan terguncang dan Indonesia akan kena imbasnya juga. Hal ini, kata dia, terutama menyangkut ketersediaan minyak, mengingat ancaman Iran terkait penutupan sebuah selat di wilayahnya yang dilalui pengangkutan sekitar sepertiga minyak dunia.

“Iran itu kan doktrin militernya sebenarnya defensif, jadi tidak akan menyerang duluan. Kalau diserang, dia akan membalas. Salah satu yang sering disampaikan oleh militer Iran adalah kalau sampai ada serangan, dia akan menutup selat Hormuz,” jelasnya.

“Kalau selat Hormuz ditutup, itu kan 30an persen minyak dunia itu lewat selat itu. Bisa dibayangkan yang terjadi itu adalah resesi global,” jelas Dina seperti dikutip BBC News Indonesia.

Ia menambahkan bahwa selain ekonomi, ada juga kemungkinan berdampak pada sektor keamanan. Ia sebut bahwa konflik terbaru antar kedua negara yang sudah berlawanan ini, diawali dengan kematian seorang jenderal di Iran yang sangat aktif melawan ISIS di Suriah maupun di Irak.

“Kematiannya ini saya khawatir akan mendorong atau membangkitkan lagi semangat sel-sel tidur ISIS yang di Indonesia karena biar bagaimanapun, ketika salah satu musuh terbeesarnya sudah tidak ada lagi, itu akan memberikan semangat moral buat mereka. Ini yang saya khawatirkan dampak lainnya untuk Indonesia,” ujar Dina.

Menurut Dina Sulaeman, AS dan Iran, walaupun merupakan lawan, keduanya adalah musuh ISIS. Namun, kedua negara itu memiliki strategi yang berbeda.

Dalam melawan ISIS sepanjang sekitar delapan tahun terakhir, Soleimani menjalin hubungan dengan pemerintah Irak dan Suriah untuk membentuk pasukan gabungan di luar tentara resmi.
Hal itu ia lakukan dengan izin pemerintahan kedua negara itu dan juga bekerjasama dengan tentara nasional Irak dan Suriah. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.