Senin, 26 September 22

Perancis Cuma Trasfer Teknologi, PLTN Punya Indonesia

Perancis Cuma Trasfer Teknologi, PLTN Punya Indonesia

Jakarta, Obsessionnews – Perancis bersiap transfer teknologi nuklir ke Indonesia. Meski begitu, keputusan tetap ada di tangan Indonesia soal pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Hingga saat ini, menurut Marc Ponchet, deputy director AFNI/CEA, Perancis sudah bersiap transfer teknologi dengan negara lain terkait energi nuklir termasuk Indonesia.

Marc bilang, pemerintah Perancis tidak hanya memilih Indonesia sebagai mitra kerjasama. Ada 58 negara lain yang sudah bermitra dan berbagi pengetahuan.

“Kami berdiskusi tentang transfer teknologi dengan negara lain. Untuk negara yang ingin mendapat penjelasan, jangan pernah melakukan tanpa alasan. Harus dilihat dari segi budaya dan lain sebagainya,” kata Marc.

Sementara itu, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot Sulistio Wisnubroto, di sela penandatanganan kerjasama antara BATAN dengan Miner-Nantes/ Subatech, di Serpong, Tanggerang Selatan, pada Senin (12/10) mengatakan, posisi BATAN sendiri tidak sebagai ujung tombak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Namun, lebih mendorong pihak lain seperti Kalimantan Timur, Bangka Belitung, serta Batam.

“Beberapa wilayah termasuk Batam, Bangka Belitung, tertarik dengan PLTN bukan karena kita promosi besar-besaran. Bentuk inilah yang akhirnya mereka mengajak diskusi BATAN,” kata Djarot.

Menurut Djarot, dalam hal pembangunan PLTN perlu ada kerjasama antara pemerintah pusat dengan daerah. Misalnya saja, Gubernur berdialog dengan Presiden.

“Kita berikan sisi positif dan negatif. Kalau teknologinya kita berikan penilaian secara netral,” jelas Djarot.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Jazi Eko Istiyanto mengatakan, pihaknya tidak melihat PLTN dari aspek finansial. Namun, perhatian lebih dititik beratkan pada sisi keselamatan.

“Urusan biaya itu urusan pemegang izin,” kata Jazi.

Makanya, dalam wacana pembangunan PLTN termasuk MoU antara BATAN dan Miner-Nantes/ Subatech, Bapeten menggandeng badan serupa dari Perancis.

“Semuanya yang masuk aplikasi dilihat dari sisi keamanan. Kita akan selalu mengajak bapeten dari negara terkait utk bantu mengevaluasi keamanan dari rancangan reaktor,” jelas Jazi.

“Soal PLTN itu bukan punya BATAN tapi punya Indonesia. Kalau Malaysia bikin dan kalau ada masalah kita kena juga. Jadi kenapa kita ga bikin juga,” lanjut dia.(Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.