Senin, 18 Oktober 21

Peran Muhammadiyah Atasi Korupsi dan Narkoba

Peran Muhammadiyah Atasi Korupsi dan Narkoba

Makassar, Obsessionnews – Perjalanan Indonesia sebagai sebuah negara yang makmur dan berkeadilan masih panjang dan penuh liku. Indonesia justru menghadapi banyak tantangan baru yang memerlukan peran serta semua pihak termasuk ormas keagamaan seperti Muhammadiyah.

“Itu artinya peran penting Muhammadiyah untuk menjawab tantangan perubahan jaman perlu dilanjutkan dan dikembangkan,” ujar Presiden Jokowi dalam pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, Sulsel, Senin (3/8/2015).

Jokowi mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan kemiskinan, tantangan keterbelakangan, tantangan ketimpangan, tantangan ketidakadilan. Juga harus berhadapan dengan berbagai tindak kejahatan luar biasa yang menggerogoti bangsa ini, seperti korupsi dan ancaman narkoba.

Tantangan yang begitu besar menurut presiden, mau tidak mau membuat semua elemen bangsa harus siap menyambut meski dengan penuh perjuangan yang tinggi. Agar bisa terciptanya sebuah tatanan negara yang Baldatun Toyibatun Warobun Ghofur.

“Demikian pula kita harus bersaing dengan kekuatan-kekuatan raksasa ekonomi di peta politik dunia yang menuntut kita semua terus berkembang dan berubah,” kata presiden.

Presiden mengisahkan sejak didirikan di Jogjakarta tahun 1912 oleh KH Ahmad Dahlan, Muhammadiyah telah berperan aktif dalam mencerdaskan umat dan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui usaha perserikatan.

“Perserikatan telah membawa semangat pembaharuan yang membawa agar islam selalu relevan dengan jaman, agar islam menjawab dan menjadi jawaban terhadap masalah umat dan bangsa,” lanjut dia.

Komitmen Muhammadiyah sebagai pembawa misi islam berkemajuan dalam menjawab tantangan jaman telah menjadi kekuatan transformatif menuju terbangunnya tatanan kehidupan umat yang baik.

“Muhammadiyah sudah cukup lama dikenal sebagai organisasi islam yang kaya gagasan, yang kaya kreatifitas dan amal usaha Muhammadiyah menyebar di seluruh pelosok nusantara tidak hanya di kota-kota tapi juga di desa,” katanya.

Oleh karena itu, presiden menganggap kontribusi Muhammadiyah terhadap kemajuan bangsa dan negara hingga memasuki usia kemerdekaan yang ke-70 tahun begitu tak ternilai.

“Sekali lagi kita semua menaruh hormat dan berterima kasih atas kontribusi Muhammadiyah kepada bangsa dan negara ini,” tutup Jokowi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.