Senin, 20 September 21

Perampok Berkedok Kiai Berhasil Dibekuk

Perampok Berkedok Kiai Berhasil Dibekuk

Semarang, Obsessionnews – Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Tengah berhasil membekuk tiga pelaku perampokan dan kekerasan dengan korban seorang nenek di wilayah Kabupaten Temanggung, 30 Oktober 2015 lalu. Dalam reka ulang, terungkap modus para tersangka dengan menyamar sebagai kiai palsu untuk mengelabui korban hingga berujung kematian.

Ketiganya adalah Zaenal Abidin alias Pak De (55), Fatkhur Rokhman alias Dongkrak (24) dan Agus Kustantomo (37). Mereka semua berasal dari daerah sama yakni, Pasuruan, Jawa Timur. Tim Dirreskrimum di bawah pimpinan Gagas Nugraha menangkap ketiga tersangka di Kabupaten Sragen pada Jum’at, (13/11/2015) kemarin.

Dalam aksinya, para pelaku berpura-pura menjadi seorang kyai yang bisa mengobati penyakit. Mereka berangkat dari Pasuruan menuju Sragen dan menetap sementara. Kemudian mereka berangkat ke Temanggung untuk mencari sasaran.

“Setelah sampai di Parakan, Temanggung, para tersangka melihat ada seorang perempuan tua. Tersangka Agus turun dari mobil dan berpura-pura menanyakan alamat,” jelas Gagas Nugraha dalam reka ulang kejadian di Markas Polda Jateng, Kamis (19/11/2015).

Usia bercakap, tersangka Zainal yang berperan sebagai kiai palsu, memanggil dari dalam mobil dan menyatakan korban memiliki penyakit yang mana diakui juga oleh korban. Tersangka Zaenal kemudian berujar bisa mengobati asalkan korban melepas semua perhiasan yang dipakai.

“Setelah (perhiasan) dilepas dan dibawa, korban curiga dan menolak untuk diobati sambil berteriak-teriak,” tambahnya.

Melihat hal tersebut, tersangka Zaenal pun mendekap korban dan tersangka Fatkhur Rokhman yang berada di kursi paling belakang, langsung ikut memegang tubuh korban. Kesal melihat tindakan korban yang terus berontak, kedua pelaku yakni Zaenal dan Fatkhur melakban kepala dan muka korban secara menyeluruh.

Pelaku Agus sebagai sopir kemudian menghentikan mobil di tempat sepi dan membuang jasad korban di semak belukar. Para tersangka mengambil seluruh perhiasan korban dan dibagi bertiga. Mereka berhasil meraup setidaknya Rp11 juta dari hasil penjualan perhiasan dan uang yang dibawa korban.

“Modus para tersangka termasuk modus lama yang biasa dilakukan, khususnya di Jawa Timur. Lebih cenderung ke gendam. Pelaku memakai pakaian yang membuat masyarakat gampang percaya,” terang Gagas.

Dari tangan tersangka disita sejumlah barang bukti seperti 1 buah mobil Toyota Avanza warna putih bernopol N-1896 XE, satu baju koko warna putih dan sebuah peci. Atas perbuatannya, tersangka diancam pasal 365 KUHP dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.