Sabtu, 21 Mei 22

Perajin Tempe di Lebak Terancam Bangkrut

Perajin Tempe di Lebak Terancam Bangkrut
* Ilustrasi perajin tempe.

Lebak – Harga kedelai impor di tingkat pengecer yang melejit dari semula Rp 7.000/kg menjadi Rp 8.200/kg, menyebabkan sejumlah perajin tempe di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terancam gulung tikar.

“Kenaikan harga kedelai itu akibat dampak pelemahan nilai rupiah hingga mencapai Rp 14.000/dollar AS,” kata Adhari, seorang perajin tempe warga Desa Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak, Rabu (26/8/2015).

Menurutnya, pelaku usaha tempe bingung setelah harga kedelai naik, sehingga mengancam keberlangsungan perajin usaha kecil itu di mana saat ini produksi tempe telah berkurang sekitar 60 persen. Apalagi, perajin tempe di Lebak tidak memiliki lembaga usaha seperti koperasi dan asosiasi yang bisa melindungi mereka.

Para perajin tempe di Lebak sejak dulu menggunakan kedelai impor dari Argentina dan Amerika Serikat, karena pasokan kedelai lokal relatif terbatas, selain kualitasnya di bawah kedelai impor.

“Kami sangat terpukul dengan kenaikan kedelai, karena keuntungan relatif kecil akibat biaya produksi cukup tinggi,” kata Adhari.

Kebanyakan perajin tempe bermodal relatif kecil, sedangkan harga satuan tempe di pasaran tidak naik.

Soleh, seorang perajin tempe warga Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, mengaku terpukul oleh kenaikan harga kedelai impor ini yang kian menipiskan modalnya.

“Kami kalau dulu terbantu dari koperasi untuk kebutuhan kedelai, namun saat ini dipasok dari pengecer,” katanya. “Kami memperkecil ukurannya namun harga tetap sama sebesar Rp 1.000.”

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi mengalui 245 perajin tempe di daerahnya terpukul oleh kenaikan harga kedelai impor.

“Kami akan melaksanakan intervensi melalui subsidi maupun operasi pasar, sebab kenaikan kedelai impor akibat melemanya nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS,” kata Wawan. (ant)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.