Rabu, 22 Mei 19

Peraih Women’s Obsession Awards 2019 Kategori Best Regional Leaders

Peraih Women’s Obsession Awards 2019 Kategori Best Regional Leaders

Puput Tantriana Sari, Bupati Probolinggo

Saat dilantik pada Februari 2013, Puput Tantriana Sari adalah bupati perempuan termuda, masih berusia 30 tahun kala itu. Namun, dia berhasil membuktikan kecakapannya. Berkarier sebagai bupati perempuan di Indonesia, dia paham betul bahwa kaum Hawa juga punya kesempatan dan kemampuan yang sama dengan laki-laki.

Kapabilitasnya memimpin kabupaten Probolinggo membuatnya kembali terpilih untuk periode kedua dengan masa jabatan 2018-2023. Salah satu yang menjadi prioritas programnya kini adalah pemaksimalan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Selama menjabat, wanita yang akrab disapa Tantri ini tak sedikit mengukir prestasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berhasil meraih predikat nilai ‘BB’ atau sangat baik untuk Akuntabilitas Kinerja Tahun 2017 dari pemerintah pusat, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB).

Selain itu, dia juga dianugerahi beberapa penghargaan. Antara lain Satya Lencana Karya Bakti Praja Nugraha 2015 atas pencapaian bidang pemerintahan untuk kinerja sangat tinggi, Satya Lencana Wira Karya 2018 atas pencapaian di bidang kelautan, Satya Lencana Dwija Praja 2017 atas keberhasilan di sektor pendidikan, dan Satya Lencana Pembangunan atas kesuksesan di bidang SDM.

Untuk pertama kalinya, di bawah kepemimpinan Tantri, Kabupaten Probolinggo mendapatkan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2016 di bidang pembangunan dan komitmen kesetaraan dan keadilan gender. Kemudian di tahun 2018 juga meraih penghargaan serupa. Penghargaan APE ini sebagai apresiasi untuk semakin memotivasi Pemda dalam melaksanakan berbagai inisiatif untuk mewujudkan suksesnya proses pembangunan yang adil. Prestasi ini merupakan apresiasi atas komitmen Pemkab Probolinggo yang tercantum dalam Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati.

Agar dapat memenuhi target kerja, Tantri harus konsisten dalam memegang nilai-nilai yang digenggamnya selama ini, salah satunya nilai kebermanfaatan terhadap sesama. “Saya pikir tidak hanya politisi, tetapi seluruh amanah apa pun harus didasari pada niatan untuk memberi manfaat dan menebar kebaikan untuk sesama. Jika hal itu betul-betul menjadi pegangan dan diterjemahkan dalam pelaksanaan amanah, tentu akan memberi hasil yang
mendekati sempurna,” tuturnya. (Angie)

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.