Kamis, 2 Februari 23

“Pep Tersenyum Lalu Khianati Anda”

“Pep Tersenyum Lalu Khianati Anda”
* Pemain Manchester City, Yaya Toure . (goal.com)

Manchester – Dimitri Seluk selaku agen Yaya Toure terus memanaskan hubungannya dengan Pep Guardiola. Kali ini, Seluk menyebut sosok manajer Manchester City itu bertindak seperti seorang pengecut dalam memperlakukan pemain.

Dimitri meneruskan perang kata-katanya dengan Pep Guardiola, kali ini menyebutnya sebagai pengecut.

Perselisihan antara Seluk dan Guardiola mencuat sejak awal musim ini dan berpuncak ketika eks pelatih Barcelona itu menunut permintaan maaf kepada agen Toure. Seiring solusi di antara kedua belah pihak belum tercapai, gelandang Pantai Gading itu pun terus terpinggirkan di skuat City hingga kini dan diperparah dengan komentar pedas tanpa henti dari Seluk.

“Ketika Yaya ditendang dari skuat Liga Champions, saya menelepon Pep. Saya ingin menanyakan alasan pencoretan itu, tetapi dia tidak menelepon saya lagi. Saya juga mencoba menelepon [direktur City] Txiki Begiristain, tetapi hasilnya sama saja. Jadi, klub tidak berhak mengkritik saya ketika saya diwawancarai media,” ungkap Seluk kepada Daily Mirror, Minggu (30/10).

“Ide saya adalah berbicara secara jantan, untuk mencari solusi terbaik antara klub dan Yaya. Tetapi yang saya dapatkan hanyalah kesunyian. Jadi harus jelas bahwa Pep tidak mencari permintaan maaf. Ini adalah tentang bagaimana Pep membujuk Sheikh Mansour dan fans City agar memusuhi seorang pemain yang mencintai klub,” jelasnya.

Lebih lanjut, Seluk juga membuat hipotesis terkait mengapa Guardiola terus mencampakkan Toure di City. Menurutnya, semua ini bermula di Barcelona, ketika ia mengkritik Guardiola karena menendang Toure di skuat Blaugrana.

“Ini adalah pembalasan dendamnya kepada saya. Ini bersifat personal, bukan profesional. Di musim panas, dia berkata bahwa Yaya masuk rencananya, tetapi ternyata itu bohong. Itu hanyalah rencana untuk mempermalukan Yaya. Tetapi Yaya bukan satu-satunya pemain. [Joe] Hart dan [Samir] Nasri harus keluar karena mereka punya pengaruh besar di klub,” sambung Seluk.

“Pep tidak mau bekerja dengan pria sejati. Dia hanya ingin bekerja dengan pemain yang masih muda karena dia bisa mengontrolnya seperti anak-anak. Pep tersenyum kepada Anda, dia membuat Anda percaya bahwa dia adalah sahabat Anda. Tetapi kemudian dia mengkhianati Anda,” tandasnya. (goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.