Sabtu, 19 Oktober 19

Penyusunan UU MD3 Misterius dan Tertutup

Penyusunan UU MD3 Misterius dan Tertutup

Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman menilai penyusunan UU MD3 di parlemen tidak berlangsung secara transparan. Terkesan sembunyi-sembunyi dan misterius. Irman mengaku tidak dilibatkan dalam proses penyusunan, padahal dia yakin tidak semua anggota DPR yang paham tentang subtansi dalam UU tersebut.

“Dalam pengajuan pembahasan itu DPR dan DPD setara tapi penyusunan RUU MD3 yang diputuskan kemarin yang kesannya agak misterius gitu menjadi sembunyi-sembunyi gitu,” ujar Irman di gedung KPK, Jakarta, Rabu (23/7/2014).

Karena prosesnya tidak terbuka hal ini yang menyebabkan muatan UU MD3 tidak memiliki semangat good governance. Maka Irman mendatangi KPK sekalgus ingin mengajak KPK berdiskusi bersama dalam memperkuat kehormatan dewan secara kelembagaan.

“Jadi jangan ada bunker untuk siapapun. Pada prinsipnya persamaan di depan hukumlah, equalitiy before the law, itu yang perlu kita tegakkan,” katanya.

Irman sedang menyiapkan langkah untuk mengajukan judicial review ke Mahkamha Konstitusi. Hal yang dipersoalkan dalam materi gugatan nanti yaitu menyangkut sengketa kewenangan.

Dalam gugatan pertama yang telah diputuskan MK tahun 2013, memang dianggap telah mengembalikan hak konstitusional DPD sebagaimana UUD 1945, namun belum terakomodir secara penuh.

“Misalnya UU yang diputuskan MK itu belum diakomodir secara penuh ini ada pak sekjen saya, ini juga menjadi bahan yang ingin kita bicarakan juga,” papar Irman.

DPR sendiri telah mengesahkan RUU MD3 menjadi Undang-undang. Dengan demikian, Ketua MPR, DPR, DPD, dan DPRD, akan dipilih melalui sidang paripurna. Sebelumnya ketua lembaga-lembaga tadi, kecuali DPRD, diisi otomatis oleh partai pemilik suara terbanyak dari Pemilu.

Dengan peraturan baru ini, PDI Perjuangan yang menang dalam pileg 2014 tidak otomatis jadi ketua DPR. Karena itu, PDIP bersama partai pengusung Jokowi-JK, bakal mengajukan uji materi UU MD3 tersebut ke MK. (Has)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.