Rabu, 8 Desember 21

Penyidik dari TNI Harus Tunduk pada Konstitusi di KPK

Penyidik dari TNI Harus Tunduk pada Konstitusi di KPK

Jakarta, Obsessionnews – ‎Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi Abdullah Hehamahua tidak mempersoalkan tentang wacana penyidik KPK yang diambil dari anggota TNI. Sebab, dalam Undang-Undang KPK tidak ada larangan yang mengatur hal tersebut.

Namun, kata Abdullah nantinya penyidik KPK itu harus tunduk dan patuh pada pimpinan KPK, bukan pada panglima TNI. ‎Seperti halnya penyidik KPK yang diambil dari Polri dan Jaksa KPK dari Jaksa Agung mereka semua kata dia, juga tunduk pada konstitusi yang berlaku di KPK.

“Kalau sudah di KPK, ya harus tunduk pada komisioner KPK, bukan panglima TNI,” ujar Abdullah saat dihubungi, Jumat (8/5/2015).

Alasan Abdullah, dirinya tidak ingin terjadi konflik yang pernah terjadi antara KPK dengan Polri. Menurutnya, kejadian seperti itu penyebabnya karena penyidik KPK masih bisa dikendalikan oleh pihak lain di luar KPK, sehingga sering kali ketika ingin mengusut sebuah kasus terjadi tarik ulur.

“Penyidik dari TNI juga harus tunduk pada kode etik yang ada di KPK,” jelasnya.

Abdullah menambahkan, ‎dalam Undang-Undang Nomor 30/2002 tentang KPK, penyidik adalah penyidik yang diangkat dan diberhentikan oleh KPK. Untuk itu, ‎kata dia, tidak ada aturan khusus yang menyebut penyidik harus dari Polri.

Sebelumnya, KPK sempat meminta tambahan penyidik dari TNI, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Fuad Basya kemudian menanggapi positif keinginan KPK. Ia menyatakan siap membantu KPK untuk mengirimkan penyidik-penyidik terbaiknya guna membongkar kasus korupsi kelas kakap.

“TNI siap menyediakan anggota bila dibutuhkan oleh KPK, baik itu untuk penyidik, penuntut dan bahkan hakim, karena kami kan juga punya Mahkamah Militer. Apapun yang diminta kami siap,” kata Fuad. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.