Kamis, 6 Oktober 22

Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2022 Usai, Kemendagri Proses 90 Akta Kematian

Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2022 Usai, Kemendagri Proses 90 Akta Kematian
* Penutupan kegiatan haji 2022 oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Foto: (Ist)

Obsessionnews.com – Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443H/2022M dinyatakan telah berakhir. Seluruh kelompok penerbangan (kloter) kepulangan jemaah haji telah selamat kembali ke Tanah Air, ditandai mendaratnya kloter 43 Embarkasi Solo (SOC 43) di Bandara Adi Sumarmo, Minggu (14/8/2022) pagi.

 

Baca juga:

Total 83 Jemaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci

Hari ke-52 Operasional Haji, 73 Jemaah Indonesia Wafat

Jelang Berakhir Fase Puncak Haji, Total 41 Jemaah Indonesia Wafat

 

 

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu semua proses ibadah haji tahun 2022 terlaksana dengan aman dan lancar.

“Kita bersyukur pelaksanaan ibadah haji tahun 1443 Hijriyah/2022 Masehi telah usai dan para tamu Allah telah kembali kepada keluarganya,” kata Menag Yaqut dalam Closing Statement Jurnal Harian PPIH Pusat di Asrama Haji Embarkasi Jakarta, Kamis (18/8).

Dia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), khususnya Direktorat Jenderal ( Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) yang banyak memberikan kontribusi positif untuk penyelenggaraan haji dan umroh yang lebih baik.

“Saat ini sudah tercipta sinergisitas antara data kependudukan Dukcapil dengan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), menggunakan kode referensi tunggal antara Kemenag dan Kemendagri, yaitu nomor induk kependudukan (NIK),” kata Dirjen Dukcapil Prof Zudan Arif Fakrulloh kepada wartawan seusai acara.

Selain itu Zudan menjelaskan, Dukcapil juga telah menyerahkan sebanyak 77 akta kematian kepada keluarga jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci dan saat ini sedang diproses sekitar 13 lagi akta kematian.

Selain menyerahkan akta kematian, keluarga almarhum/almarhumah juga mendapat dokumen kependudukan lain dari Dinas Dukcapil di daerah domisilinya, yakni Kartu Keluarga serta KTP-el dengan status cerai mati untuk suami/istri yang ditinggalkan jamaah yang wafat.

“Sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri Prof Tito Karnavian, kami ingin memberikan pelayanan terbaik, maka Ditjen Dukcapil dan Dinas Dukcapil segera memproses dokumen kependudukannya, tanpa menunggu permohonan dari keluarganya,” tutur Zudan. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.