Selasa, 18 Januari 22

Penyebar Isu Tommy Soeharto Penyandang Dana Makar, Digugat!

Penyebar Isu Tommy Soeharto Penyandang Dana Makar, Digugat!
* Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)

HMPI akan menggugat penyebar isu Tommy Soeharto penyandang dana untuk menggulingkan pemerintah atau makar.

Jakarta, Obsessionnews.com – Organisasi kemasyarakatan (ormas) Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) yang didirikan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto marah atas beredarnya isu yang menyebutkan Tommy sebagai salah seorang penyandang dana rencana aksi  menggulingkan pemerintah atau makar. HMPI akan menggugat penyebar isu  penyandang dana untuk makar yang menjadi viral di media sosial (medsos) tersebut.

Denah donator untuk aksi makar yang menjadi viral di medsos.
Denah donator untuk aksi makar yang menjadi viral di medsos.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Pimpinan Nasional  (MPN) HMPI Tri Joko Susilo HMPI akan melaporkan ke Polda Metro Jaya terkait tuduhan makar yang dialamatkan pada putra bungsu Presiden kedua RI tersebut.

Sekjen Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) Tri Joko Susilo.
Sekjen Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) Tri Joko Susilo.

“Kami atas nama HMPI rencananya hari Jumat pekan ini akan melapor ke Polda Metro atas pencemaran nama baik. Tokoh Tommy Soeharto dijadikan tokoh negatif. Kami akan menggugat orang pertama yang melempar isu hoak tersebut di medsos.  Perbuatan tersebut melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik  (UU ITE),” kata pria yang akrab disapa Joko itu ketika dihubungi Obsessionnews.com Senin (12/12/2016).

Menurut Joko, penyebar berita hoax itu dikategorikan memfitnah itu dapat dijerat dalam KUHP Pasal 310 dan Pasal 311.

Pasal 310 KUHP menyatakan:
(1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Sedangkan Pasal 311 KUHP sebenarnya menjelaskan tentang fitnah. Pasal 311 KUHP menyatakan:
(1) Jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis dibolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar, tidak membuktikannya, dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui, maka dia diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Joko  berharap polisi secepatnya menangkap dan menayangkan pelaku penyebar  penyandang dana makar tersebut di TV untuk menepis berita yang tidak benar.

“Pelaporan kami adalah delik aduan, sehingga perlu kuasa dari HMPI menunjuk pada pengacara keluarga, agar seluruh media online, pengunggah, dan pembuat gambar sampai penulisnya dapat dilacak untuk diminta pertanggungjawaban di muka hukum,” tandas Joko.

Ia menambahkan, orang dulu mengajarkan agar kita sampai tetes darah penghabisan wajib menjaga marwah diri kita dan pemimpin kita dari tuduhan dan fitnah.

“Membela marwah Pak Tommy Soeharto sebagai junjungan kami di HMPI adalah wajib, karena HMPI tidak dilahirkan sebagai pecundang.”

“Oleh sebab itu membela marwah Pak Tommy Soeharto sebagai junjungan kami di HMPI adalah wajib, karena HMPI tidak dilahirkan sebagai pecundang.  Kami  menginstruksikan HMPI beserta organisasi sayap, yaitu Garda HMPI dan Srikandi HMPI di daerah untuk mengirim surat ke pihak terkait agar berhenti melakukan fitnah ala PKI,” tutur Joko.

HMPI siap menjadi tameng, di shaf terdepan untuk melawan fitnah terhadap Tommy.

Dia menegaskan HMPI siap menjadi tameng, di shaf  terdepan untuk melawan fitnah terhadap Tommy. HMPI ahir sebagai petarung dan bukan pecundang.

“Percuma pihak tertentu berapi api bicara persatuan, tapi juga sekaligus menghembuskan fitnah kepada putra Bapak Pembangunan,” tukasnya.

Aksi Super Damai Bela Islam 212 menuntut aparat penegak hukum memenjarakan Ahok, tersangka dugaan penistaan agama.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu beredar denah donatur Aksi Bela Islam yang disebut ke arah makar. Unjuk rasa yang berlabel Aksi Super Damai Bela Islam 212 tersebut digelar di Monas pada Jumat (2/12/2016) yang diikuti lebih dari 7,5 juta orang.  Aksi yang dikemas dalam doa dan sholat Jumat tersebut menuntut aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan, memenjarakan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tersangka dugaan penistaan agama.

Dalam denah donatur tersebut tercantum nama Tommy Soeharto, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, Eggi Sudjana, Ahmad Dhani, dan lain-lain. (@arif_rhakim)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.