Senin, 18 Januari 21

Penyebab Terbanyak Manusia Terjerumus ke Neraka

Penyebab Terbanyak Manusia Terjerumus ke Neraka
* Ilustrasi neraka. (Foto: SEJ)

Rasulullah SAW ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, jawab beliau, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246)

Ternyata, mulut merupakan penyebab terbanyak manusia tergelincir ke neraka. _Banyak orang menunaikan shalat, namun lalai menjaga ucapannya, lisannya menyakiti teman dan tetangganya, maka ia tak aman dari neraka yang menyala.

Sahabat, berikut ini beberapa checklist yang perlu kita perhatikan :

1. Berpikir masak-masak sebelum berkata :
Bukankah kita sering kali enteng berkomentar, ringan membuat pernyataan, bahkan sering tak merasa bersalah menghujat orang lain?

“Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhirat maka berkatalah yang baik, atau (jika tidak), diamlah.” (HR. Bukhari Muslim)

Hasan Al Bashri : “Sesungguhnya lidah orang mukmin berada di belakang hatinya, apabila ingin berbicara tentang sesuatu maka dia merenungkan dengan hatinya terlebih dahulu, kemudian lidahnya menunaikannya. Sedangkan lidah orang munafik berada di depan hatinya, apabila menginginkan sesuatu maka dia mengutamakan lidahnya daripada memikirkan dulu dengan hatinya.”

2. Memastikan tidak berkata kasar atau kotor :
Betapa orang zaman sekarang sangat mudah mengucapkan laknat. Mereka tak sadar bahwa ucapan kotor yang keluar dari lisannya tersebut bisa membantah keimanan yang diakuinya.

“Seorang mukmin bukanlah tukang cela dan tukang laknat dan bukanlah orang yang suka berkata keji lagi kotor.” (HR Tirmidzi)

3. Menjauhi perkataan bohong :
“Maukah aku tunjukkan perihal dosa-dosa besar? Kami menjawab: Ya, tentu mau wahai Rasulullah. Rasulullah menjelaskan: Menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua. Oh ya, (ada lagi) yaitu perkataan dusta.” (Riwayat Muttafaq Alaih)

Bahkan sekalipun hanya untuk berkelakar, kita diminta untuk menjauhi dusta dan kebohongan.

“Celakalah orang yang berdusta supaya ditertawakan orang lain. Celakalah dia, celakalah dia!” (HR. Tirmidzi)

4. Menghindari ghibah terhadap aib orang lain :
Allah tidak akan mengampuni dosa ghibah, kecuali orang yang dighibah itu sendiri yang telah meridhoinya. Merekalah calon-calon yang akan menjumpai takutnya tergelincir ke neraka.

Abu Dzar berkata: Nabi SAW bersabda:
Ghibah merupakan suatu dosa yang lebih besar daripada berzina. Kataku: Bagaimana itu, ya Rasulullah? Rasul menjawab: ”Itu karena orang yang berzina, jika dia bertobat kepada Allah, Allah menerima tobatnya. Namun ghibah tidak diampuni oleh Allah, hingga korban daripada ghibah mengampuninya.”

Semoga kita bisa terus menyadari bahaya mulut yang dapat membuat kita tergelincir ke neraka karena pada dosa-dosa besar, serta berhati-hati dalam mengendalikan lisan. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.