Rabu, 17 Agustus 22

Penyebab Kemenangan Parpol di Pileg 2019

Penyebab Kemenangan Parpol di Pileg 2019
* Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Rulli AkbarAkbar. (foto: Kapoy)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sembilan partai politik (parpol) dari sejumlah lembaga survie menyebutkan masuk dalam ke gedung Parlemen. Hal tersebut dikarenakan ke-sembilan parpol itu telah melewati persyaratan ambang batas atau parlemen threshold (PT) di atas 4%.

Sembilan parpol itu adalah PDI Perjuangan, Gerindra, Partai Golkar, PKB, Nasdem, PKS, Demokrat, PAN, dan PPP.

Temuan terbaru dari Lingkaran Survie Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan, ada beberapa penyebab kemenangan parpol itu menang di Pileg 2019.

Peneliti LSI Denny JA Rulli Akbar mengatakan kemenangan itu disebabkan adanya asosiasi dengan pasangan capres-cawapres. Seperti PDI-P ada Joko Widodo (Jokowi).

“Ketiga partai mendapat efek elektoral Capres-cawapres, GERINDRA ada Prabowo-Sandi, lalu PKB Ma’ruf Amin,” ujar Rulli dalam jumpa persnya di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Kamis (18/4/2019).

Selanjutnya, adanya Party Id, yakni sisa ikatan emosional pemilih dengan partai yang pernah Juara, yakni PDI-P juara Pileg 1999 dan 2014. “Status juara menimbulkan ikatan emosional pemilih, seperti Golkar (Juara 2004) dan Demokrat (Juara 2009),” tutur Rulli.

Tak hanya itu, ketokohan caleg juga dapat menyebabkan kemenangan parpol di Pileg 2019 ini. “PDI-P (Banyak Caleg Petahana), ketokohan caleg berkontribusi mendongkrak kemenangan partai Golkar (banyak politisi berpengalaman) Nasdem (banyak politisi kawakan),” ungkapnya.

Selanjutnya, jaringan media juga dapat mempengaruhi kemenangan parpol. Seperti Partai Nasdem. “Jaringan media mempengaruhi kemenangan partai politik,” kata pria berkaca mata itu.

Namun untuk partai Perindo, dia masih melihat abu-abu, mungkin lolos mungkin tidak PT 4%. “Tapi dibanding semua partai politik baru, Perindo paling tinggi,” ungkapnya.

Yang terakhir, kata Rulli, adanya jaringan Grassroot, yakni parpol yang memiliki caleg yang militan.

“PKS dan PDI-P, kedua partai ini punya jaringan grassroot yang militansinya lebih kuat dibandingkan dengan partai lainnya,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.