Minggu, 25 Oktober 20

Penyaluran Dana PEN LPDB Melebihi Target

Penyaluran Dana PEN LPDB Melebihi Target
* Penyerahan bantuan. (Foto: Ist)

Surabaya, Obsessionnews.com — Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) telah menuntaskan target penyaluran dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

LPDB-KUMKM diberi tugas oleh pemerintah untuk menyalurkan dana program PEN bagi koperasi sebesar Rp 1 triliun. Hingga 30 September 2020, realisasi penyalurannya telag melebihi yang ditetapkan, yakni Rp 1,132 triliun atau 113,29 persen.

“Dua bulan yang lalu kami diberi tugas untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan dana Rp1 triliun, dan hari ini sudah tersalurkan Rp 1,132 triliun. Artinya kita sudah melebihi target,” kata Dirut LPDB-KUMKM Supomo, di Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (30/9/2020).

Rinciannya, untuk pola konvensional sebesar Rp 696,907 miliar. Sedangkan pola syariah mencapai Rp 436 miliar. Adapun jumlah UMKM penerima dana PEN sebanyak 115.648 unit.

Supomo bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur untuk menyerahkan program PEN melalui LPDB-KUMKM dan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (Banpres PUM).

Dalam kunjungannya, Teten menyerahkan secara langsung simbolis penerima pinjaman/pembiayaan dana bergulir LPDB-KUMKM kepada 8 (delapan) koperasi serta Banpres PUM untuk sejumlah pelaku usaha.

“Jadi di Jatim termasuk sudah lebih banyak dari yang lain,” kata Teten.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik program dari LPDB-KUMKM ini yang menyediakan pinjaman murah, ramah dan mudah diakses.

Menurut Khofifah, ini menjadi bagian penting karena format-format yang memberikan grace period dengan bunga murah akan memberikan kecepatan stimulasi dari berbagai pergerakan ekonomi baik bagi koperasi maupun UMKM.

“Kami memang selalu menginginkan sinergi dengan banyak pihak karena ingin melakukan percepatan, terutama dengan Kepala Perwakilan BI Jatim dan Kepala BPS Jatim, tapi ini yang menarik karena dari konfigurasi ini sangat didukung oleh kedua lembaga itu,” kata Khofifah.

Khofifah mengatakan bahwa koperasi sudah ada di setiap lembaga di Pemerintah Provinsi. Ia pun mengaku telah menginstruksikan agar koperasi yang ada lebih diperkuat, guna meningkatkan perekonomian.

“Saya selalu tekankan untuk melakukan rembug nyekrup, jangan sampai dilonggarkan, maka ini menjadi motivasi bagi kami bahwa esok penuh harapan,” katanya.

Khofifah juga menyebutkan dari 9,7 juta UMKM di Jatim, 54 persen merupakan penyumbang PDB di Jatim. Saat ini di Jatim baru 1,16 juta UMKM yang memperoleh bantuan dari Pemerintah Pusat.

“Saya sudah mengirimkan usulan ke Bapak Presiden untuk menambah kuota yang memperoleh bantuan adalah 2 juta UMKM,” ujarnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.