Kamis, 2 Desember 21

Penunggak Bunga dan Denda Pajak, Kini Bebas

Penunggak Bunga dan Denda Pajak, Kini Bebas

Bandung, Obsessionnews – Para penunggak pajak, bunga dan dendanya kini tidak harus bayar alias bebas pajak. Demikian ditegaskan Kakanwil Ditjen Pajak Jabar 1 Adjat Djatnika kepada wartawan, Rabu (29/4).

Pembebasan bunga tersebut berlaku mulai tunggakan 5-10 tahun terakhir, sehingga wajib pajak hanya membayar pokoknya saja. “Di Jabar potensinya sekitar 2 juta wajib pajak perorangan dan 100 ribu wajib pajak berbentuk badan yang memiliki tunggakan bunga dan denda”, ujar Adjat.

Kendala utama banyaknya penunggak pajak adalah kesadaran membayar pajak masih kurang, sehingga membayar pajak masih dianggap kurang perlu. Untuk pajak perorangan minimal mereka yang berpenghasilan Rp. 2.050.000 sudah terkena pajak.

Ia mencontohkan, apabila seorang pekerja berpenghasilan 3 juta, maka 5 persen dari Rp. 950 ribu (kelebihan dari minimal penghasilan, yaitu Rp 2.050.000 sudah dikenakan pajak. Menurutnya, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mulai melaksanakan Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015 yang dicanangkan oleh Presiden RI hari ini di Istana.

Dengan moto “Reach the Unreachable, Touch the Untouchable”, Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015 ditujukan pada kelompok Wajib Pajak terdaftar yang telah menyampaikan SPT maupun yang belum menyampaikan SPT, serta kelompok orang pribadi atau badan yang belum terdaftar sebagai Wajib Pajak.

Adjat2

“Selama Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015, Ditjen Pajak memberikan kesempatan seluas-luasnya dan mendorong Wajib Pajak untuk mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP, menyampaikan SPT, membetulkan SPT serta melakukan pembayaran pajak,”paparnya.

Ditjen Pajak akan menghapus sanksi administrasi berupa bunga dan denda atas keterlambatan pembayaran dan pelaporan pajak-nya.

Untuk mendukung pelaksanaan Tahun Pembinaan Wajib Pajak ini, pemerintah segera menerbitkan payung hukum berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi Sebagai Akibat dari Keterlambatan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT), Pembetulan SPT, dan Keterlambatan Pembayaran atau Penyetoran Pajak.

“Pencanangan Tahun 2015 sebagai Tahun Pembinaan Wajib Pajak merupakan bagian dari strategi pengamanan target penerimaan 2015 sebesar Rp 1,295 triliun yang meliputi intensifikasi dan ekstensifikasi berdasarkan data pihak ketiga, antara lain data dari PPATK, OJK, BI, BPN, Kementerian dan Lembaga,” tandasnya.

adjat3

Target penerimaan tersebut cukup besar karena salah satu komponen penting untuk membiayai pembangunan adalah penerimaan pajak. Namun demikian Ditjen Pajak optimis dapat mencapai target tersebut mengingat masih adanya peluang dalam meningkatkan penerimaan pajak, diantaranya tax ratio yang masih rendah, adanya Wajib Pajak Orang Pribadi yang belum tersentuh, dan data eksternal yang akan membantu Ditjen Pajak untuk mencapai target penerimaan.

Ditjen Pajak meminta kepada masyarakat untuk mendukung suksesnya Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015 dan mengajak seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah, pelaku bisnis, dan stakeholders untuk mendukung kebijakan ini guna pencapaian kemandirian pembiayaan pembangunan nasional. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.