Selasa, 30 November 21

Penumpang Gelap Reformasi, Manfaatkan Kesempatan

Penumpang Gelap Reformasi, Manfaatkan Kesempatan

Jakarta, Obsessionnews – Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Ode Ida mengatakan, keluarga mantan Presiden Soeharto niscaya selama ini mengamati kondisi politik dan perilaku politisi serta pejabat di era reformasi. Maklum, keluarga Cendana itu mau membuktikan apakah cita-cita yang terungkap ketika para aktivis bergerak menjatuhkan orang tua mereka, benar-benar konsisten atau tidak?

Presepsi dan fakta yang dipertontonkan karena ulah pejabat yang korup bukan lagi hal lumrah. Hingga akhirnya keluarga Cendana angkat bicara. Bisa jadi mereka akan menemukàn kesimpulan yang sama dengañ sebagían kita, dimana sekarang  korupsi ternyata sangat jauh merajalela dibandingkan dengan saat Soeharto berkuasa.

“Padahal, Soeharto dijatuhkan karena isu atau tuduhan korupsi.  Tak ada yang bisa bantah kesimpulan ini. Korupsi uang negara yang dilakukan oleh kerjasama politisi, pejabat dan pengusaha sungguh sudah pada tingkat “sangat parah”, jauh lebih parah ketimbang saat Soeharto,” ungkapnya kepada obsessionnews.com, Senin (6/3/2015).

La Ode pun menilai, kini justru bukan sekedar nepotisme lagi, melainkan sudah sampai pada neo-kerajaan, yakni dinasti yang diperkokoh. Padahal dulu, saat Mbak Tutut jadi menteri sosial saja, sejagat bangsa ini seolah berteriak…’Soeharto nepotisme‘. “Tapi sekarang? Wah…, seluruh lapisan bangun politik dinasti,” kesalnya.

Ternyata, lanjutnya, ada pihak-pihak  yang memanfaatkan isu reformasi untuk survive baik secara politik maupun ekonomi, dan mereka berlaga layaknya pahlawan reformasi. Padahal sesungguhnya mereka itu adalah penumpang gelap reformasi,” tandas La Ode.

Mantan Aktifis ini juga menilai kondisi pengelolaan negara yang sulit dibantah seperti “berpola sembarangan”. “Sulit menemukan role model di kalangan penyelenggara negara, semuanya sama: memanfaatkan kesempatan,” pungkasnya.

Menurut La Ode, para aktor itu seolah tak puas-puasnya dengan harta yang dimiliki yang difasilitasi oleh uang rakyat, melainkan masih juga mau merampok atau menyelipkan anggaran untuk kepentingan pribadi seperti pada kasus (tuduhan dari Ahok) di DPRD DKI Jakarta, termasuk kasus dana hibah pembelian mobil untuk para pejabat itu.

“Semua kenyataan itu, bukan mustahil akan membuat pihak keluarga Soeharto merasa orang tua mereka ternyata hanya dizolimi dan kemudian negara ini jatuh di tangan orang-orang yang hidup dengan penuh keserakahan. Maka tak heran bila seorang mengabarkan pada saya bahwa ketika mengikuti ‘kicauan’ pihak Cendana tentang praktik korupsi yang merajela,” bebernya. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.