Selasa, 2 Maret 21

Pentolan GAM Angkat Bicara Pembunuhan 2 Anggota TNI

Pentolan GAM Angkat Bicara Pembunuhan 2 Anggota TNI
* Fauzan Alia merupakan pentolan GAM wilayah tengah tenggara Aceh

Banda Aceh, Obsessionnews – Dua pentolan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Fauzan Alia alias Fauzan Blang dan Irwandi Yusuf, angkat bicara tentang terbunuhnya dua anggota TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0103/Aceh Utara, Sertu Indra dan Serda Hendri. Mereka hilang Senin (23/3) dan diduga diculik. Keesokan harinya, Selasa (24/3) pagi jasad mereka ditemukan di waduk yang berada di Desa Batee Pila, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara.

Irwandi Yusuf tokoh GAM dan mantan Gubernur Aceh
Irwandi Yusuf tokoh GAM dan mantan Gubernur Aceh

Fauzan Alia merupakan pentolan GAM wilayah tengah tenggara Aceh. “Saya menyampaikan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban 2 anggota TNI yang tewas dalam penculikan di Aceh Utara. Mudah-mudahan aparat TNI maupun Polri yang ada di sana dapat segera melakukan pengejaran untuk mengungkap pelaku dan menyeretnya ke meja hijau,” kata Fauzan kepada obsessionnews.com, Rabu (25/3) sore.

Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat Aceh agar jangan ada yang terpancing dan terjebak dalam isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Kejadian ini jangan sampai memancing permasalahan baru di Aceh dan jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Semoga ke depan tidak ada lagi kejadian yang dapat mencederai perdamaian Aceh. Yang perlu digarisbawahi penculikan dan penembakan itu tidak mencerminkan situasi Aceh secara umum,” tegasnya.

Ia menambahkan, ia mendapat info pihak aparat penegak hukum sudah mengantongi nama-nama pelaku penculikan dan penembakan tersebut.
Di tempat terpisah mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf alias Tgk Agam melalui media sosialnya mengajak masyarakat Aceh agar peka terhadap kondisi Aceh saat ini.

“Qanun Qishas utk pembunuhan mesti segera ada. Sdh terlalu gampang membunuh orang di Aceh sekarang,” tulis Irwandi di media sosialnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh Muntasir Hamid mengecam pembunuhan terhadap dua tentara tersebut. Ia mengatakan, kedamaian Aceh yang sudah satu dekade ini harus bersama-sama dijaga. Jangan ada yang memancing-mancing pergesekan keamanan di Aceh.

“Saya menyampaikan bela sungkawa sebesar-besarnya atas tewasnya dua tentara itu. Saya melihat ada pergerakan yang tidak baik. Mulai muncul gesekan keamanan di Kabupaten Aceh Utara. Ini peristiwa yang memilukan hati kita semua,” ujar Muntasir dengan nada sedih kepada obsessionnews.com, Selasa (24/3) siang.

Dia minta kepada seluruh aparat, terutama Pangdam Iskandar Muda, untuk mengambil langkah-langkah konkret dan menyelidiki pelaku penculikan dan pembunuhan itu, apakah mereka kelompok separatis, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Suriah, atau kelompok-kelompok yang ingin menentang NKRI. Mereka jangan diberi ampun,” tegas Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh versi Aburizal Bakrie (ARB) ini.

Sertu Indra dan Serda Hendri yang merupakan anggota unit intelijen Kodim Aceh Utara, diculik tak jauh dari rumah Kepala Mukim di Desa Alue Mbang, Kecamatan Nisam Antara, Senin (23/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Kedua korban yang saat itu berpakaian sipil didatangi sekelompok orang bersenjata. Lantas dibawa naik mobil ke arah Desa Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur. (Agung Sanjaya)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.