Selasa, 14 Juli 20

Pentingnya Kembangkan Bibit Unggul Entrepreneur Ekonomi Digital di Kalangan Milenial

Pentingnya Kembangkan Bibit Unggul Entrepreneur Ekonomi Digital di Kalangan Milenial
* Bibit unggul entrepreneur di kalangan milenial. (Foto: dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.comEkonomi kreatif mempunyai potensi besar menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia ke depan. Untuk itu, pentingnya mengembangkan bibit unggul entrepreneur ekonomi digital di kalangan milenial dalam menciptakan karya kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menyampaikan, sebagai tahap awal, ke depan Indonesia akan membangun creative hub di 5 destinasi super prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Baca juga:Ekonomi Kreatif Jadi Tulang Punggung Perekonomian Indonesia

“Creative hub sebagai ruang berkreasi bagi masyarakat lokal setempat itu sekaligus akan menjadi media dalam menciptakan kemandirian ekonomi daerah,” ujar Wishnutama dalam keterangan tertulisnya yang diterima obsessionnews.com, Kamis (12/3/2020).

Dia menjelaskan, lokasi ini akan digunakan untuk memaksimalkan potensi masyarakat, seperti workshop, showcase, weekly creative event, dan sebagainya. “Menghadirkan program mentoring dan business matching berkelanjutan untuk wirausaha muda ekonomi kreatif,” kata Wishnutama.

Seperti diketahui, ada 17 subsektor ekonomi kreatif yang dimiliki Indonesia, yakni arsitektur, desain interior, desain-komunikasi-visual (DKV), desain produk, fashion, film-animasi-video, fotografi periklanan, kerajinan (kriya), kuliner, musik, aplikasi, pengembangan permainan, penerbitan, periklanan, tv dan radio, seni pertunjukkan, dan seni rupa.

Dengan begitu, melalui program-program inkubasi terpadu, ditargetkan Indonesia akan melahirkan banyak karya-karya ekonomi kreatif terobosan untuk kebutuhan pasar yang kekinian.

“Dalam mewujudkan sektor ekonomi kreatif yang punya potensi luar biasa, menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia kedepan,” pungkas Wishnutama. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.