Selasa, 20 Agustus 19

Pentingnya Berhelm Saat Berkendaraan

Pentingnya Berhelm Saat Berkendaraan
* Polisi sedang mengenakan helm kepada pengendara sepeda motor. (Foto: patrolicyber.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kesadaran pengguna helm dalam berkendaraan masih terbilang cukup tinggi. Walaupun berbagai sosialisasi dari pemerintah tentang berhelm cukup gencar diberikan, korban tewas akibat kecelakaan sepeda motor bisa dibilang tinggi.

Helm merupakan komponen wajib dipakai para pengendara dalam mengendarai sepeda motor. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir jumlah korban tewas yang dikarenakan kecelakaan sepeda motor.

Helm juga merupakan bentuk perlindungan tubuh yang dikenakan di kepala dan biasanya dibuat dari metal atau bahan keras lainnya seperti kevlar, serat resin, atau plastik.

Helm biasanya digunakan juga sebagai perlindungan kepala untuk berbagai aktivitas pertempuran (militer), atau aktivitas sipil seperti olahraga, pertambangan, atau berkendara. Helm dapat memberi perlindungan tambahan pada sebagian dari kepala (bergantung pada strukturnya) dari benda jatuh atau berkecepatan tinggi.

Di beberapa negara, helm wajib digunakan bagi pengendara sepeda motor, bahkan ada yang mewajibkannya bagi pengendara sepeda tak bermotor. Hal itu dapat mengurangi tingginya angka kematian akibat kecelakaan sepeda motor.

Berdasarkan data dari kementerian Perhubungan menyebut angka kecelakaan sepeda motor di Indonesia sangat besar, bahkan mencapai 70 persen. Wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi menjadi wilayah yang memiliki jumlah kecelakaan yang melibatkan sepeda motor cukup tinggi.

Selain itu, mayoritas korban berkisar di umur 20 hingga 29 tahun, merupakan usia yang produktif. Korban kecelakaan lalu lintas mayoritas kalangan usia produktif dan potensial.

Untuk itu, helm wajib digunakan untuk setiap pengendara bermotor, khususnya pengendara sepeda motor, baik pengendaranya maupun yang di bonceng. Namun tahukah anda awal mula mengapa pengendara harus mengenakan helm dalam berkendara? Untuk lebih tahu mendalam, yuk kita kilas balik tentang pengenaan helm.

Awal mula helm diwajibkan mengejutkan banyak orang, karena dulu pengendara biasa memakai peci dan sorban. Penumpang perempuan suka menghias rambutnya dengan konde. Gagasan mewajibkan penggunaan helm bermula dari peralihan kebiasaan orang Indonesia ketika keluar rumah.

Sebenarnya pengunaan helm sudah ada pada tahun 1971, namun kesadaran masyarakat untuk memakai helm masih terlihat kurang.

Peralihan dari sepeda kayuh ke sepeda motor pada saat itu tak imbang dengan peralihan sikap berkendara. Banyak pemotor roda dua berkendara selayaknya menggunakan sepeda. Mereka melenggang di jalanan dengan kecepatan tinggi tanpa topi pengaman, sebutan awal untuk helm di Indonesia.

Pemotor roda dua merasa tidak perlu benar memakai topi pengaman. Mereka justru lebih memilih menggunakan peci dan sorban ketika berkendara. Perempuan pembonceng pun lebih suka menghias rambutnya dengan konde ketimbang memakai topi pengaman. Polisi tak bisa ambil tindakan. Sebab aturan resmi tentang topi pengaman belum ada.

Tapi ketika kepolisian memperoleh data dari Rumah Sakit Umum (RSU) Malang tentang penyebab kematian pemotor roda dua, polisi gencar mengusulkan kewajiban menggunakan topi pengaman. Menurut RSU Malang, dikutip dari HistoriA yang mengutip dari Ekspres 27 September 1971, sebanyak 49.1% pemotor roda dua terluka pada bagian kepala setelah kecelakaan. Persentase luka lainnya merentang dari tungkai, lengan, dada atau leher, perut, sampai pinggul.

Polisi berpikir jika cedera pada kepala pemotor roda dua bisa diminimalisasi, jumlah korban tewas setelah kecelakaan akan berkurang. Cara melindungi kepala adalah dengan topi pengaman atau helm.

Pada saat itu, Kapolri Hoegeng ikut turun tangan mewajibkan pemotor roda dua mengenakan helm dengan mengeluarkan maklumat kewajiban pemakaian helm yang mulai berlaku pada 1 November 1971. Pengabaian pada maklumat Kapolri akan berakibat pencabutan rebewes atau Surat Izin Mengemudi (SIM). Meski demikian, kesadaran pengguna helm pada saat itu masih berkurang.

Mengenai bentuk helm pada saat itu, polisi menyarankan serupa topi pengaman serdadu tempur yang berbentuk setengah lingkaran (sekarang kita menyebutnya helm cetok). Namun helm ini ternyata tak menjawab berkurangnya angka kematian akibat kecelakaan sepeda motor.

Pada akhirnya, kewajiban menggunakan helm motor di Indonesia dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992. Undang-undang tersebut kini telah diganti dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Pada undang-undang tersebut, tercantum bahwa:

Setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi dengan perlengkapan kendaraan bermotor. Perlengkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bagi sepeda motor berupa helm standar nasional Indonesia.

Di Indonesia, terdapat beberapa jenis helm motor, di antaranya adalah helm batok (shorty helmet), helm half face, helm full face, dan helm modular. Helm batok adalah helm yang hanya bisa menutupi bagian batok kepala saja. Helm jenis ini tidak mampu melindungi bagian telinga, kepala bagian bawah, dan wajah.

Helm batok dinilai kurang efektif untuk melindungi kepala ketika sedang mengemudikan sepeda motor. Maka, penggunaan helm batok untuk pengemudi motor saat ini sudah dibatasi oleh pemerintah. Meskipun begitu, helm batok masih banyak digunakan oleh para pekerja proyek, seperti pada proyek pembangunan gedung dan proyek pertambangan.

Kemudian, ada pula helm half face. Helm half face dinilai aman untuk pengendara motor, karena bisa menutupi seluruh bagian kepala, mulai dari kepala bagian depan, batok kepala, hingga kepala bagian belakang. Sayangnya, helm jenis ini tidak dilengkapi dengan kaca penutup wajah seperti pada helm modular. Padahal, penutup ini bisa menghindarkan wajah dan mata Anda dari serangga atau kotoran yang beterbangan di udara.

Jenis helm yang dinilai paling aman untuk pengemudi motor adalah helm full face. Selain melindungi seluruh bagian kepala dan wajah Anda, helm ini juga mampu melindungi bagian rahang. Helm motor, baik helm half face, helm modular, maupun helm full face, sangat penting untuk menjaga keselamatan Anda ketika Anda sedang mengemudikan kendaraan bermotor.

Nah, setelah mengetahui sejarah helm motor di Indonesia dan pentingnya helm motor bagi keselamatan Anda, jangan sampai lupa memakai helm ketika sedang berkendara, ya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.