Selasa, 26 Oktober 21

Penny Kusumastuti Lukito Catat Sejarah Kaum Hawa di Badan POM

Penny Kusumastuti Lukito Catat Sejarah Kaum Hawa di Badan POM
* Kepala Badan POM Republik Indonesia Penny Kusumastuti Lukito. (foto: Dok. Pribadi)

Memasuki tahun kedua masa bakti Penny Kusumastuti Lukito di Badan POM, garis komando dan arahannya jelas untuk melayani dan melindungi masyarakat maupun meningkatkan daya saing para pelaku industri obat dan makanan legal.

Jakarta, Obsessionnews.comKeterpilihan Penny mengomandoi Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) pada 2016 terbilang mencatatkan sejarah bagi kaum Hawa. Yakni perempuan pemimpin pertama di luar kalangan Badan POM. Komitmennya dalam memimpin sangat jelas, yakni memperkuat Badan POM sebagai institusi yang benar-benar melayani dan melindungi semua elemen.

“Pengawasan obat dan makanan tidak hanya dilihat dari aspek kesehatan, tetapi juga berdampak luas terhadap sisi ketahanan bangsa maupun daya saing produk di dalam maupun luar negeri,” ungkap perempuan kelahiran 9 November 1963 ini.

Dengan garis komando tersebut, dia menghimpun seluruh karyawan dengan corporate value solid, loyal, tangguh, dan pantang menyerah. Ditekankan pula sikap leadership yang inovatif, berani mengambil risiko, dan keterbukaan. Dia juga menerapkan evaluasi kinerja pimpinan dalam tenggat waktu 3 hingga 12 bulan. Secara lugas, dia menyatakan salah satu tantangan mengepalai Badan POM terletak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari segi kualitas maupun jumlah.

Oleh karena itu, Penny mendorong lahirnya kemitraan dengan stakeholders lain, seperti sinergi dengan Kepolisian, Kejaksaan Agung, dan Badan Intelijen Negara dalam pembentukan Deputi Bidang Penindakan. Oktober 2017 Badan POM meluncurkan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat yang diresmikan oleh Presiden Jokowi yang melibatkan banyak Kementerian/Lembaga.

Pages: 1 2 3

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.