Minggu, 24 Oktober 21

Penjualan Primata Langka Via Online Marak di Jabar

Penjualan Primata Langka  Via Online Marak di Jabar

Bandung – Penjualan primata yang dilindungi UU masih kerap terjadi di Jawa Barat, Sumedang dan Bandung, antara lain lewat cara online. Pemerintah harus lebih rajin lagi melakukan razia dan mencegah hal tersebut.

Demikian ditegaskan Advisory Board Profauna Indonesia Herlina Agustin saat berunjuk rasa di depan mall Bandung Indah Plaza Jl Merdeka Bandung Jawa Barat, tempat dimana sepanjang ruas jalan ini sebelumnya dijajakan penjualan primata Kamis (29/1).

Herlina menegaskan secara nasional penjualan primata paling tinggi berada di provinsi Jawa Timur, bahkan penjualan primata seperti Kukang, Monyet ekor panjang, Owa Jawa dan Lutung Jawa saat ini dilakukan secara online.

“Sepanjang tahun 2014 profauna menerima 192 pengaduan dari masyarakat terkait kejahatan satwa liar, kebanyakan kasus yang diadukan adalah perdagangan satwa liar yang di unggal di media sosial,” papar Herlina.

Primata ini dijual mulai harga Rp 300 ribu hingga Rp 4 juta.

Unjuk rasa diisi pula happening art yang menggambarkan kepunahan primata di Indonesia, happening art dalam unjuk rasa ini juga menjadi pusat perhatian pengguna jalan yang melintas.

Unjuk rasa dilanjutkan di depan kantor Pemerintah Kota Bandung untuk mengusulkan adanya Taman Primata di kota Bandung.(Dudy Supriyadi)

Related posts