Senin, 23 Mei 22

Penjualan Motor di September 2016, BCA Capai 22 Triliun

Penjualan Motor di September 2016, BCA Capai 22 Triliun
* Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja (ketiga kanan) dan Direktur Utama KBP Sanusi Tanawi (ketiga kiri) menggunting pita sebagai simbol dibukanya BCA Expo dan Autoshow 2016 di di Bale Pare, Kota Baru Parahyangan (KBP), Bandung disaksikan oleh Direktur BCA Suwignyo Budiman (kedua kiri), manajemen BCA dan perusahaan anak serta manajemen KBP. BCA Expo dan Autoshow yang digelar selama dua hari, yakni tanggal 22 dan 23 Oktober 2016 ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi nasabah memiliki kendaraan dan hunian idaman masa kini. (sumber foto: BCA)

Jakarta, Obsessionnews.com – PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) terus menunjukan pertumbuhan positif dalam penjualan kendaraan bermotor. Hingga pada bulan September 2016, hasil penjualan roda dua melalui BCA mencapai 22 triliun.

BCA mencatat sampai dengan semester I tahun 2016, KPR BCA telah tumbuh sebesar 3,86% dibanding posisi pada akhir Desember 2015, yaitu dari Rp 59,4 Triliun menjadi Rp 61,7 Triliun. Pertumbuhan KPR BCA ini sejalan dengan pertumbuhan industri KPR Nasional sebesar 3,95%.

Pertumbuhan positif tersebut tersebut tidak lepas karena strategi BCA dalam mempromosikan serta melengkapi kebutuhan masyarakat. Seperti pada hari ini BCA menggelar BCA Expo dan Autoshow di Padalarang, Bandung, Sabtu (22/10/2016).

bca-di-padalarang

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, sebagai bank yang unggul dalam consumer banking termasuk pembiayaan kendaraan bermotor dan perumahan, BCA akan terus memberikan pelayanan terbaik dengan berupaya memberikan kemudahan-kemudahan kepada para nasabah BCA maupun para pengunjung.

“Kami berterimakasih kepada semua pihak sehingga BCA Expo dan Autoshow dapat digelar dan kiranya kami harapkan kegiatan ini dapat rutin kami selenggarakan”, Ungkap Jahja .(Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.